web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Yoyo Mainan Tertua di Dunia

    Yoyo Mainan Tertua di Dunia

    • Kamis, 7 September 2017 | 19:44:00 WIB
    • 0 Komentar

    Yoyo ternyata telah dikenal manusia sejak tahun 500 Sebelum Masehi (SM). Sebagian besar sejarah meyakini, yoyo pertama kali dibuat dan digunakan sebagai mainan di China. Namun sebagian lain meyakini, yoyo diciptakan oleh bangsa Yunani.

    Masyarakat Yunani menyebut mainan itu dengan nama diabolo. Bentuknya mirip dengan mainan yang populer di China. Yoyo diduga adaptasi dari senjata untuk berburu hewan. Ujung tali diberi pemberat batu lalu dilemparkan untuk menjerat kaki hewan buruan.

    Bahkan konon di Filipina, yoyo digunakan sebagai senjata. Berdasarkan penuturan masyarakat, yoyo untuk senjata terbuat dari batu. Cara menggunakan senjata ini, pengguna harus berada di atas pohon atau tempat tinggi. Saat musuh melintas di bawahnya, pengguna yoyo senjata akan melemparnya. Namun sayang cerita tentang yoyo sebagai senjata tak didukung oleh bukti.

    Di era modern, yoyo menjadi salah satu mainan terpopuler. Pada 1928, Pedro Flores membuang sebuah pabrik pembuatan yoyo, Yo-Yo Manufacturing Company di Santa Barbara, California. Satu tahun kemudian, Donald F Duncan membeli pabrik  Flores Yo-Yo Corporation.

    Sebagai trademark, yoyo Flores dipatenkan pada 1932. Pada 1946, Duncan Toys Company membangun pabrik yoyo di Wisconsin dan pada 1999, yoyo yang diproduksi Donald F Dunkan dianugerahi National Toy Hall of Fame.

    Sejumlah inovasi desain dan bahan yoyo lahir pada era 1970 dan 80-an. Pada 1978, Tom Kuhn mematenkan desain yoyo No Jive 3-in-1. Desain yoyo buatan Tom ini terkenal di dunia. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Gitar Listrik dari Lego
    Ikan Hiu Ini Menyala Dalam Gelap
    Pakistan Girl, Kampanye Perangi Korupsi
    Asyik Lihat GPS, Pria dan Mobilnya Masuk Sungai
    Penggemar Ular Tewas di Tangan Piaraannya
    Berita Terdahulu

    Editorial