Kabupaten Bandung Tambah Emas dari Angkat Besi

Kabupaten Bandung Tambah Emas dari Angkat Besi

  • Jumat, 21 November 2014 | 10:20:00 WIB
  • 0 Komentar

JuaraNews, Bekasi - Kabupaten Bandung menambah dua medali emas dari cabang olahraga Angkat Besi Porda Jabar XII/2014 Kabupaten Bekasi, yang digelar di Ballroom Hotel Sahid Jaya Lippo, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis (20/11).

Kabupaten Bandung meraih medali emas dari kelas 40 kg atas nama Windi Cantika A. Windi mencatatkan angkatan terbaik dengan total angkatan 101 kg mengalahkan lifter Kota Tasikmalaya Riska Amelia dengan total angkatan 87 kg dan harus puas dengan medali perak. Sedangkan medali perunggu diraih Sri Mulyantid (Kab Cianjur) dengan total angkatan 86 kg.

Satu medali emas lain bagi Kabupaten Bandung, disumbangkan Sri Wahyuni Agustini pada kelas 48 kg putri setelah melakukan angkatan terbaik dengan total angkatan 135 kg. Medali perak di kelas ini diraih lifter Kabupaten Bekasi Eva Santri Wulandari dengan total angkatan 135 kg, diikuti Tsabita Alifah Rama (Kab Bandung) yang harus puas dengan medali perunggu dengan total angkatan 127 kg.

Dua medali emas pun diraih Kota Bekasi melalui Megawati di kelas 44 kg setelah mencetak total angkatan 143 kg, dan Dewi Safitri di kelas 53 kg setelah melakukan angkatan terberat dengan total 190 kg.

Ketua Umum Pengda Persatuan Angkat Besi, Berat Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Jawa Barat Maman Suryaman menuturkan, meski dari sisi penyelenggaraan cukup sukses, namun cabang olahraga PABBSI pun tidak lepas dari masalah. Salah satunya, medali yang juga belum diterima oleh cabang olahraga PABBSI.

"Kita mendapatkan banyak protes dari peserta mengenai keterlambatan medali padahal kita sudah sampaikan masalah ini kepada pihak PB Porda Jabar XII/2014 Kabupaten Bekasi. Dan tidak hanya disini, saya mendengar hal yang sama juga terjadi di beberapa cabang olahraga. Akibatnya, atlet yang juara hanya mendapatkan ucapan selamat tanpa ada pengalungan medali," ujar Maman.

Selain permasalahan distribusi medali, lanjutnya, sistem pertandingan baru yang diterapkan KONI Jabar pun mendapat tentangan dari kontingen. Peraturan yang mengacu ke PON tersebut dinilai kurang tepat diterapkan di Porda.

"Sistem sekarang hanya menjumlahkan total angkatan saja, sehingga perolehan medali emas setiap atlet hanya satu. Berbeda dengan dulu dimana jumlah angkatan snatch dan clean and jerk masing-masing dipisah, sehingga satu atlet bisa mendapat dua medali emas," terangnya.

Akibat peraturan tersebut, beberapa daerah batal menurunkan atletnya tampil di Porda sehingga jumlah peserta pada Porda kali ini lebih sedikit. "Kalau dari sisi kekuatan atlet, hampir merata. Tidak didominasi satu daerah. Kita lihat hasil sekarang dimana Kota Bekasi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, Kota Bandung, bahkan Banjar bisa bersaing satu sama lainnya," tandasnya. (*)

Oleh: ageng rustandi / ang

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Libas Persipura 5-1, PSM Kokoh di Puncak Klasemen
Ribuan Siswa SMU di Bandung Saksikan Penutupan
NPCI SOLO: Pepernas XV/2016 Jawa Barat Luar Biasa
Hujan, Peserta Penutupan Peparnas Gunakan Mantel
Menteri Sosial Tutup Peparnas XV / 2016

Perolehan Medali Asian Games 2018

Tim Total Medali
1. China 289
2. Jepang 205
3. Korea Selatan 177
4. INDONESIA 98
Lihat Selengkapnya

Editorial


    Klasemen Liga Dunia

    Tim M Point
    1. Liverpool 12 34
    2. Leicester City 12 26
    3. Chelsea 12 26
    4. Manchester City 12 25
    Tampilkan Detail

    Klasemen Liga Indonesia

    Tim M Point
    1 Persib Bandung 3 9
    2 Bali United 3 7
    3 PSIS Semarang 3 6