web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Pemkot Luncurkan E-Punten untuk Mendata Pendatang
    net Ridwan Kamil saat peluncuran e-Punten

    Pemkot Luncurkan E-Punten untuk Mendata Pendatang

    • Kamis, 7 September 2017 | 15:53:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Pemkot Bandung meluncurkan aplikasi Aplikasi Pendaftaran Penduduk Tidak Permanen atau e-Punten yang menjadi inovasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung.

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, aplikasi ini dimaksudkan untuk mendata para pendatang ke Kota Bandung yang tinggal lebih dari 3 hari.

    "Mulai hari ini, siapapun yang datang ke Bandung dan menetap lebih dari 3 hari serta KTP aslinya kota lama, tolong segera dengan sopan ketuk pintu, memberi tahu Pemkot Bandung siapa Anda cukup dengan men-download e-Punten," ungkap Emil seusai peluncuran e-Punten di Festival Citylink, Jalan Peta, Kota Bandung, Kamis (7/9.2017).

    Menurutnya, dengan mengisi data-data pada aplikasi tersebut, Pemkot Bandung dapat mengetahui jumlah warga yang menetap tapi bukan ber-KTP Kota Bandung. Selain itu, juga memberikan perlindungan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan termasuk perlindungan.

    "Ini juga merupakan upaya meningkatakan keamanan kita, supaya mereka-mereka di wilayah radikal terorisme dapat kita deteksi juga. Sehingga dengan mudah kita bisa merazia dan mengecek, bagi yang tidak mendaftar berarti itu yang kita waspadai," kata Emil.

    Emil berharap dengan adanya terobosan tersebut maka akan mempermudah urusan-urusan terkait kependudukan. Kendati program ini masih bersifat himbauan dalam rangka meningkatkan kedisiplinan.

    Ridwan mengatakan, pendataan melalui aplikasi ini penting dilakukan untuk mengetahui jumlah pasti warga luar kota yang menetap di Bandung apalagi kota itu telah menjadi salah satu target daerah tujuan mencari penghidupan.

    Aplikasi ini bisa diunduh melalui perangkat telepon pintar berbasis android, dan warga tinggal mengisi beberapa informasi yang tersedia dalam layanan tersebut.

    "Mudah-mudahan inovasi teknologi ini bisa memudahkan urusan-urusan kependudukan," ucapnya.

    Menurutnya, selain untuk mengetahui jumlah pasti warga pendatang, hal ini penting sebagai upaya deteksi dini Pemkot terhadap adanya ancaman gangguan keamanan.

    "Untuk memberikan perlindungan jika terjadi apa-apa. Sehingga dengan mudah kita bisa razia, mengecek siapa yang ga mendaftar, berarti itu yang kita waspadai," jelas Emil.

    Di tempat yang sama, Kepala Disdukcapil Kota Bandung Popong W Nuraeni mengatakan, seusai warga mengisi identitas, pihak Disdukcapil akan memberikan surat keterangan tinggal sementara (SKTS) yang dapat diambil di kecamatan-kecamatan.

    "Seusai mengisi identitas, kami akan memberikan pesan di mana dia harus ambil SKTS itu," katanya.

    SKTS ini memiliki fungsi yang hampir serupa dengan KTP. Warga yang akan memanfaatkan fasilitas publik di Kota Bandung wajib menunjukan surat keterangan tersebut.

    "Surat akan berlaku satu tahun. Kalau tidak punya atau kadaluarsa, mereka akan kesulitan mendapatkan akses fasilitas pelayanan publik," katanya dikutip Antara.

    Dengan adanya pendataan ini, dia berharap angka pasti para pendatang diperoleh sehingga, akan mengerucut pada perencanaan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pemkot Bandung Berupaya Maksimal Atasi Banjir
    Hujan Turun hingga Mei, Warga Diminta Waspada
    Emil Ingin Bandung Raih Adipura Kencana 2018
    Selama Musim Hujan, Warga Diminta Waspada
    Polisi Tembak 3 Pelaku Curanmor
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Jumat (10/11/2017) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.

      Pilwalkot Bandung 2018