web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Khaerul Umam, Benahi Bandung Dimulai dari Keluarga
    istimewa Khaerul Umam

    Khaerul Umam, Benahi Bandung Dimulai dari Keluarga

    • Senin, 14 Agustus 2017 | 06:33:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Partai Hanura Kota Bandung menerima pendaftaran bakal calon wali kota Bandung yang akan diusung pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot)Bandung 2018 mendatang.

    Salah satu sosok yang akan bertarung dalam pemilihan calon di Partai Hanura tersebut, yakni Khaerul Umam, akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung. Usianya memang relatif muda, bahkan belum genap 31 tahun. Namun kiprahnya di dunia akademik dan kemasyarakatan cukup mumpuni.

    Sejak 2015 lalu, Pria kelahiran Bandung, 21 November 1986 ini menjabat sebagai Ketua Jurusan Administrasi Negara FISIP UIN SGD Bandung. Suami dari Nini Inggrid Prolina ini pun menjabat Sekretaris Bidang Penelitian dan Jurnal Kopertis Wilayah Jabar dan dan Banten sejak 2012 silam.

    Di organisasi kemasyarakatan, kiprahya pun patut diperhitungkan.
    Saat ini, jebolan S2 Ekonomi Islam UIN SGD Bandung ini didaulat sebagai Ketua Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Bandung, Ketua Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI)Jabar, Ketua Patriot Nasional (Patron)Kota Bandung, juga Ketua Masyarakat Peduli Tata Ruang (Limapeta).

    Dia juga aktif di ICMI Kota Bandung sebagai anggota Dewan Pakar, di PW Muhammadiyah Jabar sebagai anggota Majlis Ekonomi & Kewirausahaan, Dewan Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jabar, dan Dewan Penasehat Komite Nasional Pemuda Indonesi(KNPI) Kabupaten Bandung

    Sebagai akademisi di bidang Administrasi Negara, Umam mengaku selalu mengamati kinerja Pemerintah Kota Bandung. Didasari oleh keilmuan yang diperolehnya, menurutnya, masih banyak persoalan di Bandung yang harus diselesaikan. Kadang persoalan-persoalan tersebut membuatnya geram dan akhirnya memotivasi dirinya untuk maju sebagai calon wali Kota Bandung periode 2018-2022.

    "Apakah saya saja gitu yang harus jadi wali kota?" ucap Umam saking geregetnya melihat persoalan yang ada di Kota Bandung.

    Dosen yang sudah menulis 8 buku tersebut pun memberanikan diri mendaftarkan diri menjadi bakal calon wali Kota Bandung ke Partai Hanura. "Bismillah saja, setelah mengembalikan formulir, saya yakin untuk maju jadi calon wali kota Bandung. Insya Allah," ucap Umum saat berbincang dengan JuaraNews.

    Umam pun menyadari, pencalonan dirinya tersebut bakal berimplikasi pada statusnya sebagai pegawai negeri sipil di FISIP UIN SGD Bandung. Dosen Manajemen Organisasi di FISIP UIN SGD Bandung Golongan IIId/Lektor ini pun siap mengundurkan diri jika nantinya resmi diusung Partai Haruna pada Pilwalkot Bandung 2018 mendatang.

    Soal pilihannya yang jatuh ke Hanura sebagai perahu menuju Balai Kota Bandung, Umam beralasan, pandangan politiknya sejalan dengan partai besutan Jenderal TNI (Purn)Wiranto tersebut. Terutama soal mahar politik jika ingin dicalonkan menjadi kepala daerah.

    "Saya juga sempat akan daftar ke partai lain, tapi setelah mendengar maharnya harus segitu-segitu, saya mundur. Dan akhirnya memutuskan daftar ke Hanura. Saya ingin membuktikan bahwa kepala daerah atau wali kota itu, tidak harus keluar uang banyak," paparnya.

    Soal program kerja jika terpilih menjadi wali kota Bandung, Umam tak mau terlalu muluk-muluk. Satu konsep yang ditawarkan, ayah 3 putra ini menyampaikan pembangunan sebuah kota itu bisa diawali dari organisasi terkecil yakni keluarga.

    Umam mencontohkan, peranan orang tua dalam menyiapkan putra-putrinya menempuh pendidikan ke sekolah. Menurutnya, tugas ini cukup berat sehigga pemerintah kota harus ikut membantunya. "Tugas orang tua, seperti menyiapkan anak untuk sekolah, seperti mandi dan berpakaian, lalu menyiapkan makan dan juga mengantarnya ke sekolah," jelasnya.

    "Pemerintah bisa berperan di sini. Misal memajukan jam kerja, sehinga orang tua bisa mengantar anaknya ke sekolah. Juga pemerintah melalui sekolah bisa menyediakan sarapan bersama bagi semua siswa di sekolah. Dengan demikian, pemerintah mengambil alih tugas orang tua setidaknya untuk menyiapkan sarapan," paparnya.

    Hal tersebut, kata Umam, hanya contoh kecil program yang akan dijalannya nanti jika memang dipercaya mengemban amanah sebagai wali kota Bandung. Program-progam yang berbasis keluarga inilah yang menurutnya yang bisa menjadikan menjadikan warga Kota Bandung lebih sejahtara.

    "Itu sekadar contoh. Untuk detailnya, program berbasik keluarga tersebut bagaimana, ayo bisa kita diskusikan secara ilmiah. Tentunya bisa saya kemukakan program yang lebih rinci lagi," tandasnya.

    Penjaringan bakal calon wali Kota Bandung di Partai Hanura sendiri saat ini sudah memasuki tahap verifikasi bakal calon yang digelar dalam 2 hari ini. Hingga penutupan pendaftaran, telah ada 9 tokoh yang mengembalikan formulir. Ke-8 orang tersebut, yakni Yossi Irianto, Deni Zaelani, Khaerul Umam, Endun Hamdun, Egi Hergiana, Ramdan, Fiki Satari, Arfi Rafnialdi, dan terakhir Nurul Arifin.

    Hasilnya nanti akan diserahkan ke DPP Partai Hanura di Jakarta. Selanjutnya, secara resmi Partai Hanura akan mengumumkan nama calon yang akan diusung, apakah untuk calon wali kota atau calon wakil wali kota. Hanura sendiri dipastiikan akan berkoalisi dengan parpol lain, karena hanya memiliki 6 kurni di DPRD Kota Bandung, sehingga masih kurang 4 kursi lagi untuk memajukan pasangan calon. (*)

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    KPU Kota Bandung Siap Selenggarakan Pilkada 2018
    PKS Umumkan Pendamping Oded, Jumat Ini
    Lewat Independien, Donny Pede Menangi Pilwalkot
    Sudrajat Komitmen untuk Sejahterakan Rakyat Jabar
    PKB Nilai Fiki atau Farhan jadi Cawalkot Bandung
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google