web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Produk UMKM Sukabumi Dinilai Jalan di Tempat
    net

    Produk UMKM Sukabumi Dinilai Jalan di Tempat

    • Selasa, 8 Agustus 2017 | 22:44:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Sukabumi - Pembinaan pemerintah daerah terhadap pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dianggap masih belum maksimal. Kondisi itu berdampak terhadap hasil produksi UKM sehingga tidak berkembang.

    Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Reni Marlinawati mengatakan, produk yang dihasilkan UMKM masih jalan di tempat. “Saya melihat produk UMKM itu masih model-model lama sehingg sepertinya jalan di tempat,” ucapnya usai melakukan pemaparan, Selasa (8/8/2017).

    Dia menilai kualitas UKM Sukabumi mampu bersaing dengan pelaku bisnis lainnya diluar Sukabumi. Hanya saja terbentur oleh persoalan pembinaan dari dinas terkait yang belum optimal. Tak ayal hal tersebut menyebabkan inovasi dari para pelaku usaha terhenti.

    Hal itu terlihat dari masih minimnya  produk yang bermunculan dari Sukabumi. Padahal pelaku UMK tidak kalah produktif dibandingkan pelaku usaha lainnya. Mereka tidak hanya terbentur proses marketing. Tapi brandingnya yang masih minim, sehingga hanya mochi saja yang terus dikenal dari Sukabumi.

    Selain itu, kata dia, pengelolaan  untuk memanajemen keuangan hasil produksi relatif masih sangat rendah. Kini memicu banyak pelaku UKM  tidak hanya terancam gulur tikar. Tapi ratusan UKM kini telah gulung tikar karena hasil usaha yang diperoleh telah habis.

    “Banyak pelaku yang mencampurkan antar modal usaha dan uang pribadi. Sehingga tidak heran, uang modal  terpakai untuk kebutuhan pribadi,” imbuhnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Menko PMK Minta Penyusunan Buku Dicek dan Ricek
    Jangan Bebani Pasien Darurat dengan Administrasi
    SKB Program padat Karya Ditandatangani 15 Desember
    RS Siap Tangani Lonjakan Pasien KLB Difteri
    Data Penerima Bansos Diserahkan ke Bank Penyalur
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google