web stats service from statcounter

Hot News

  • PersiTantan Terancam Absen lawan Persegres
    PersiTantan Terancam Absen lawan Persegres
    • 16 Agustus 2017 | 18:07:00 WIB

    STRIKER Persib Tantan masih belum terlihat berlatih dengan tim Maung Bandung pada sesi latihan kedua di Lapangan Lodaya, Rabu (16/8/2017).

Inspirasi

    Saksi Ahli Dicecar tentang Pasal 28 dan 32 UU ITE
    juaranews Dr Effendi Saragih saat dimintai kesaksiannya

    Saksi Ahli Dicecar tentang Pasal 28 dan 32 UU ITE

    • Selasa, 8 Agustus 2017 | 19:37:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Ahli hukum pidana Dr Effendi Saragih SH MH hadir sebagai saksi pertama dalam sidang lanjutan perkara pelanggaran Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan terdakwa Buni Yani di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Selasa (8/8/2018).

    Dalam sidang tersebut, Effendi yang merupakan dosen di Universitas Trisakti (Usakti) ini dicecar tentang Pasal 28 ayat 2 dan Jo Pasal 45 ayat 1 dan Pasal 32 ayat 2 juncto Pasal 48 ayat 2 UU No 11/2008 tentang ITE.

    Sebelum cecaran pertanyaan dilontarkan JPU dan kuasa hukum, JPU membacakab isi Pasal 28 ayat (2) UU ITE yang berbunyi, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Pelanggar dipidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar.

    Kemudian dibacakan pula isi Pasal 32 ayat 2 juncto Pasal 48 ayat 1 UU ITE yang berbunyi, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apapun mengurangi, menambah, memindahkan atau mentransfer informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik kepada sistem elektronik orang lain yang tidak berhak. Pelanggaran terhadap pasal ini akan dikenakan pidana dengan hukuman penjara paling lama 9 tahun dan denda paling banyak Rp3 miliar.

    Tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Depok dan kuasa hukum terdakwa sama-sama menanyakan tentang pasal yang menjerat terdakwa Buni Yani. Namun tujuan JPU dan kuasa hukum berbeda.

    Pihak JPU ingin mempertegas bahwa tindaka.Buni Yani memposting status di Facebook dan.mengunggah video pidato ahok di Kepulauan Seribu telah memenuhi unsur pidana yang Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 32 ayat 2 UU ITE. Sedangkan kuasa hukum mencecar saksi ahli dengan tujuan agar Buni Yani tidak terbukti melanggar kedua pasal tersebut.

    Dosen Universitas Trisakti ini mengatakan, informasi dan dokumen elektronik itu dilindungi. Sebab jika tak dilindungi, orang akan bebas mengurangi atau menambah isi informasi elektronik, sehingga tentu akan mengubah arti dan pesan yang sebenarnya tidak sampai. Apalagi perbuatan itu dilakukan tanpa hak.

    "Undang-undang melarang keras setiap orang untuk mengubah, seperti mengurangi apapun isi informasi dan dokumen elektronik. Satu kata pun tidak boleh," kata Effendi. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Akan Ledakan Istana,5 Teroris Ditangkap di Bandung
    By Pass Dicor, Warga Diimbau Cari Jalan Alternatif
    Khaerul Umam, Benahi Bandung Dimulai dari Keluarga
    NasDem Perkenalkan 6 Bakal Calon Wali Kota Bandung
    Sekda Kota Bandung Raih Gelar Doktor dari Unpad
    Berita Terdahulu

    Advertisement On Google