web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Ahok Bakal Jadi Saksi, 300 Polisi Dikerahkan
    net

    Ahok Bakal Jadi Saksi, 300 Polisi Dikerahkan

    • Selasa, 8 Agustus 2017 | 05:58:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Polrestabes Bandung akan mengerahkan 300 personelnya untuk mengamankan sidang dugaan pelanggaran Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan terdakwa Buni Yani di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Selasa (8/8/2018).
     
    Pengerahan aparat dalam jumlah banyak itu dilakukan karena beredar kabar sidang tersebut akan dihadiri mantan Gubernur DKI Jakarta dan terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok sebagai saksi. Jika benar Ahok hadir di persidangan, situasi keamanan di kawasan Jalan Seram diprediksidan dikhawatirkan rawan. Bentrok antarpendukung yang berseberangan  terjadi.  
     
    Kabagops Polrestabes Bandung AKBP Febry Ma'aruf mengatakan, pihaknya belum mendapat informasi pasti terkait  kedatangan Ahok di sidang Buni Yani.
    "Kami masih menunggu (Informasi) dari jaksa penuntut umum (JPU)," kata Febry ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka Kota Bandung, Senin (7/8/2017).
     
    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengamankan, 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK) berjumlah 300 personel siap dikerahkan untuk mengamankan sidang Buni Yani jika Ahok hadir sebagai saksi. "Kami harus mengantisipasi situasi rawan bentrok antarpendukung," kata Yusri di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin  (7/8/2017).  
     
    Meski belum ada kejelasan terkait kedatangan Ahok, ujar Febry, Polrestabes Bandung telah menyiapkan rencana pengamana sidang besok. "Jika (Ahok) datang, kami sudah siapkan pengamanan  bekerja sama dengan Polda Metro Jaya. Mulai dari pengawalan , saat tiba lokasi  sidang, sampai sidang selesai. dan Ahok kembali ke Jakarta. Namun jika tidak  datang, pengamanan akan dilakukan seperti biasa," ujar dia.  
     
    Diberitakan sebelumnya, JPU mengupayakan Ahok hadir sebagai saksi di sidang perkara pelanggaran Undang-undang ITE dengan terdakwa Buni Yani. “Masih kami upayakan (menghadirkan Ahok di sidang Buni  Yani sebagai saksi. Kami lihat perkembangan,” kata Anwarudin, salah satu anggota tim JPU seusai persidangan di Gedung Perpustakasn dan Kearsipan Kota Bandung, Selasa (1/8/2017).
     
    Dia mengatakan, jika Ahok tidak datang, pihaknya akan memohon kepada majelis hakim untuk membacakan keterangan Ahok kepada penyidik yang termuat dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Sebab, saksi fakta (Ahok), dalam Pasal 162 ayat 2 KUHAP, jika saksi sudah diambil keterangannya di depan penyidik sama nilainya meski dia tidak datang. Sebab, saat memberikan kesaksian kepada penyidik, Ahok telah disumpah.
     
    “Jadi kalau tidak bisa hadir, tidak masalah. Kami bermohon kepada majelis hakim untuk membacakannya (BAP Ahok). Keterangan (Ahok) yang dibacakan sama seperti walau dia tidak datang nanti di persidangan,” ujar dia.
     
    Anwarudin mengemukakan, jika Ahok tidak bisa dihadirkan di persidangan, JPU akan menghadirkan saksi ahli. Sebab, perkara ini ditarget selesai dalam waktu lima bulan. Sementara, penasihat hukum akan menghadirkan 126 saksi fakta dan 6 saksi ahli. Disinggung seberapa penting kesaksian Ahok di persidangan, Anwarudin menyatakan, hal itu tidak bisa diukur. “Ini (Ahok) kan sebagai saksi untuk membuktikan,” tutur Anwarudin.(*)Uyuyu

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    HUT Kota Bandung, 18 Tokoh Dapat Penghargaan
    Sisa Masa Bakti, Emil Fokus Benahi Infrastruktur
    Emil Sampaikan Pidato Terakhir di HUT Kota Bandung
    12 Juta Bidang Tanah di Jabar Belum Tersertifikat
     Polda Jabar OTT Pejabat yang Lakukan Pungli
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018