web stats service from statcounter

Hot News

  • Tekad Melanjutkan Tren Positif
    Tekad Melanjutkan Tren Positif
    • 24 September 2017 | 06:55:00 WIB

    LAGA antara Persib menjamu Bhayangkara FC di Stadion si Jalak Harupat, Minggu (24/9/2017) sore ini, bakal menjadi pembuktian bagi kedua tim.

Inspirasi

    Kepala SMAN 27 Akhirnya Diberhentikan
    net Kadisdik Jabar Ahmad Hadadi

    Kepala SMAN 27 Akhirnya Diberhentikan

    JuaraNews, Bandung - Kepala SMAN 27 Kota Bandung berinisial NK akhirnya mendapat sanksi pemberhentian lantaran menyimpan uang sumbangan orang tua siswa di dalam brankas pribadi bukan di rekening sekolah.

    Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar Ahmad Hadadi mengatakan, berdasarkan PP No 48/2008 tentang Pendanaan Pendidikan, uang sumbangan orang tua tidak boleh disimpan di brankas melainkan harus di rekenibg sekolah.

    "Kami melakukan pembinaan. Kasus ini mendapat perhatian bahwa ke depan (kepala sekolah) harus taat aturan termasuk menyimpan uang tidak boleh di brankas. Ketika masih ditemukan uang di brankas, saya berhentikan yang bersangkutan dari kepala sekola. Sekarang Kepala SMAN 27 dijabat Hadili," kata Hadadi dihubungi melalui telepon wartawab, Rabu (2/8/2017).

    Hadadi memgemukakan, NK diberhentikan pada Jumat (29/7/2017) pekan lalu. "Begitu ada kejadian ini (Kamis 28/7/2017), kami segera melakukan tindakan. Sekarang kasek (SMAN 27 KN) udah diganti. Jadi pemberhentian ini sudah sesuai rekomendasi dari Tim Saber Pungli," jelas Hardadi.

    Dia memgimbau para kepala sekolag taat aturan, UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PP 48/2008, Permendikbud 75/2016. "Kasus SMAN 27 sudah diselesaikan. Mantan Kepala SMAN 27 (NK) kini.kadi pengwas sekolah," tutur Hadadi.

    Hadadi menegaskan, penggantian pejabat Kepala SMAN 27 dilakukan sebelum ada rekomendasi dari tim Saber Pungli Jabar. Menurutnya, tidaka ada ada unsur pidana dalam kasus ini, tapi hanya kesalahan administratif, yakni menyimpan uang di brankas. Pasalnya tidak ada uang yang hilang, juga tidak pihak yang dirugikan.

    "Uang juga masih utuh, tidak ada yang dirugikan, negara, dan masyarakat juga tidak. Jadi masih bisa dimaafkan. Pembinaan saja kami mengingatkan. Jadi, dari sisi kesalahannya tidak begitu fatal. Jadi kami hanya mengingatkan ke depan menjadi perhatian agar lebih taat aturan," tutur Hadadi. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
     Polda Jabar OTT Pejabat yang Lakukan Pungli
     DPRD Jabar Dorong Reaktivasi Jalur Kereta Lama
    Atasi PKL dan Parkir Liar, Pemkot Gandeng Denpom
    Sopir Ngantuk, Fortuner Tabrak Toko Buku di Braga
    Museum Kota Bandung Segera Dibuka
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018