web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Aktivitas Penambangan di Gunung Guntur Marak
    net

    Aktivitas Penambangan di Gunung Guntur Marak

    JuaraNews, Garut – Proses penambangan di kawasan tambang ilegal di Gunung Guntur Garut kembali dilakukan. Padahal lima hari lalu aktivtas tambang di lokasi itu baru saja ditertibkan.

    Lima hari lalu, pemasangan portal dilakukan untuk menghalangi masuknya truk pengangkut pasir dan batu tanpa izin. Portal dipasang oleh Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno, bersama Bupati Garut, Rudy Gunawan.

    Terjadinya aksi penambangan itu karena banyaknya akses masuk lain ke lokasi tersebut. Salah satunya, jalan masuk melalui Blok Bojong Masta. Jalan tersebut berada tak jauh dari Blok Seureuh Jawa yang diportal.

    Salah seorang pengusaha tambang yang beraktivitas di tempat tersebut Sirojudin mengaku, baru dua hari lalu kembali beroperasi mengambil batu dan pasir dari Gunung Guntur. "Setelah penertiban minggu lalu tidak ada pengawasan jadi kami kembali beraktivitas di sini,” ucapnya Selasa (1/8/2017).

    Menurutnya setiap hari, lima truk pasir dan batu diangkut. Dalam mengambil batu dan pasir dia mempekerjakan 12 pekerja dan semua pekerja bekerja secara manual tanpa alat berat.

    Pasir dan batu yang diambil kemudian dijual di Garut. Kualitas pasir dari Gunung Guntur tergolong baik untuk keperluan material pembangunan bangunan. Dia pun pernah sekali ditertibkan oleh aparat kepolisian.

    “Saya pernah juga ditertibkan tapi kejadian itu tak membuat saya kapok untuk kembali menambang batu dan pasir di kawasan ini,” kata dia. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Wali Kota Nilai Pengusaha Angkutan Online Arogan
    PLN Area Cirebon Setiap Bulan Rugi Rp 1,1 Miliar
    Tenggak Eximer 12 Remaja Keracunan dan Dirawat
    5 SD di Sumedang Terkena Proyek Tol Cisumdawu
     Pelaku Pembunuhan Laki Sesama Jenis di Dibekuk
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google