web stats service from statcounter

Hot News

  • PersiTantan Terancam Absen lawan Persegres
    PersiTantan Terancam Absen lawan Persegres
    • 16 Agustus 2017 | 18:07:00 WIB

    STRIKER Persib Tantan masih belum terlihat berlatih dengan tim Maung Bandung pada sesi latihan kedua di Lapangan Lodaya, Rabu (16/8/2017).

Inspirasi

    Ali Fauzi, Mantan Teroris yang Telah Bertobat
    juaranews Ali Fauzi seusai menerima Honorary Police

    Ali Fauzi, Mantan Teroris yang Telah Bertobat

    • Selasa, 1 Agustus 2017 | 20:45:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Ali Fauzi, adik kandung dari Ali Imron, terpidana teroris yang meledakkan bom di Bali I pada 2000 lalu. Dia kini bertobat dan kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Setelah malang mintang dalam dunia terorisme Ali bertobat.

    "Saya sekarang memang banyak membantu Polda Jabar terkait mantan anggota saya yang dulu bergabung dengan Alqaeda dan Jamaah Islamiah (JI), yang dulu pernah menembak polisi dan lain sebagainya. Mereka keluar dari penjara dan kemudian saya ajak untuk kembali ke NKRI," kata Ali seusai upacara pemberian penghargaan Honorary Police di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Selasa (1/8/2017)

    Akibat terlibat aksi terorisme, Ali terluka, bahkan dia dijebloskan ke penjara. Setelah bebas, dia bersama para mantan teroris membentuk Yayasan Lingkar Perdamaian yang berkantor pusat di Jalan Masjid Jainul Mutaqin No 01, RT 08/03, Desa Tenggulun, Kecamatan Sosokkuro, Kabupaten Lamongan Jawa Timur.

    Yayasan ini, ujar Ali, konsern kepada dunia perdamaian. "Dulu memang kami berlawanan dengan polisi. Sekarang kami berkawan, bersinergi dalam memberantas dinamika dan fenomena terorisme di Indonesia serta mereduksi paham-paham radikal," ujar Ali.

    Ali mengemukakan, Yayasan Lingkar Perdamaian bersama Polri berkampanye di beberapa tempat, termasuk di pesantren dan masyarakat untuk mengubah mindset masyarakat yang masih beranggapan bahwa terorisme sengaja dibuat oleh polisi, BIN, dan TNI.

    "Itu salah. Sejatinya adalah pelakunya orang-orang seperti saya, Dr Azahary, dan Noordin M Top, yang dulu pernah dilatih oleh Alqaeda dan di Mindanau Filipina. Sekarang muncul ISIS, adalah tugas kita bersama untuk menangkalnya," tutur Ali.

    Disinggung tentang rekam jejak dirinya selama terlibat terorisme, Ali menyatakan, dia dan 3 saudara bergabung dengan Alqaeda. Seperti Amrozi (sudah dieksekusi), Ali Gufron, dan Ali Imron (dihukum seumur hidup). "Kami terlibat dalam teror Bom Bali I," kata Ali.

    Selain itu, Ali juga terlibat perang gerilya di Filipina bersama kelompok Abu Sayaf. Karena tertangkap, Ali Fauzi dideportasi ke Indonesia. Dia kemudian diberi kesempatan hidup oleh polisi. Saat itu, Ali terluka parah dan mendapat jaminan pengobatan dari Polri.

    "Saya berterima kasih kepada Brigjen Pol Surya Darma Salim, Kombes Pol Tito Karnavian (kini Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian), Idham Azis, dan lain-lain. Mereka membantu saya untuk kembali ke NKRI," tutur dia.

    Ali menilai, radikalisme di Indonesia tak terlepas dari fenomena global. Kemunculan ISIS di Syiria dan Irak, berakibat kepada maraknya aksi-aksi teror di Indonesia, termasuk teror bom panci di Kampung Melayu, bom panci di Bandung, dan rentetan-rentetan teror lainnya. "Tampak sekali, lagi-lagi itu tidak bisa dilepaskan dari fenomena global. Kasus munculnya ISIS di Marawi juga menjadi salah satu faktor pemicu orang-orang Indonesia untuk ikut bermain," tutur dia..

    Ditanya tentang terorisme di Indobesia saat ini, Ali memandangnya telah jauh berbeda. Jika dulu lebih ke Alqaeda dan JI, sekarang lebih kepada ISIS. Ukuran bom yang dilakukan teroris dari tahun 2000 sampai 2010, berukuran besar dengan ukuran mencapai 300 kg hingga 1 ton, dan dilakukan mereka yang ahli dididik di akademi militer di Afganistan dan Mindanau.

    "Sekarang ini sekalipun aksinya banyak tetapi bomnya kecil-kecil. Menurut saya, bom gagal. Meskipun kecil, tetap harus kita hentikan demi menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia ke depan," tandas Ali.

    Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charlian mengatakan, penghargaan Honorary Police diberikan kepada Ali Faurzi karena telah membantu keplisian dalam mencegah, menangkal, dan memberantas terorisme serta paham radikal. Ali Fauzi adalah adik dari Ali Imron, pelaku teror bom.Bali I dan dialah (Ali) yang merakit bomnya.

    "Memang beliau (Ali Fauzi), mantan panglima Jamaah Islamiah (JI) dan sekarang sudah sadar. Bahkan Ali menyesali perbuatannya. Ali bersama kepolisian, keliling Indonesia untuk menangkal paham radikal dan menyadarkan kembali para mantan teroris bahwa apa yang mereka lakukan itu sala," kata Anton. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Belum Pasti Diusung Gerinda, Demiz Santai
    Pelaku Perkelahian Sebabkan SR Tewas tak Ditahan
    Terkait Pemalsuan Dokumen,345 Guru Terancam Pidana
    Polda Jabar Tutup 4 Areal Pertambangan Ilegal
    Jaksa Bakal Hadirkan Ahok di Persidangan
    Berita Terdahulu

    Advertisement On Google