web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Kepala SMAN 27 Bakal Dikenai Sanksi Administratif
    net Kombes Pol Yusri Yunus

    Kepala SMAN 27 Bakal Dikenai Sanksi Administratif

    • Selasa, 1 Agustus 2017 | 20:05:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Kepala SMAN 27 berinisial NK direkomendasikan dijatuhi sanksi administratif oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar.

    Rekomendasi tersebut hasil dari gelar perkara yang dilaksanakan Unit Pemberantasan Pungli atau Saber Pungli Jabar pada Senin (31/7/2017), terkait kasus pungutan jutaan rupiah oleh Komite Sekolah di SMAN 27 Kota Bandung.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, proses penyelidikan kasus ini telah sampai pada sebuah kesimpulan bahwa tidak ditemukan unsur pidana dalam pungutan jutaan rupiah tehadap orang tua siswa yang dilakukan Komite Sekolah SMAN 27 Kota Bandung. Yang terjadi adalah kasek NK menyimpan uang Rp225 juta hasil pungutan Komite Sekolah itu di dalam.brankas.

    Tindakan ini, kata Yusri, melanggar Pasal 5 huruf C PP No 48/2008 tentang Pendanaan Pendidikan. Dalam PP ini diatur, dana itu seharusnya disimpan di rekening bank institusi pendidikan bukan di dalam brankas.

    "Karena itu, Saber Pungli merekomendasikan kepada Disdik Jabar untuk menjatuhkan sanksi administratif kepada yang bersangkutan (Kepala SMAN 27 Kota Bandung NK)," kata Yusri di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (1/8/2017).

    Kepala Dinas Pendidikan Jabar Ahmad Hadadi mengakui, ada kisruh pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) di luar jalur reguler (akademik dan non-akademik).

    "Memang di sana sempat terjadi kegentingan. Masyarakat sekitar marah, mereka menyegel sekolah, karena ingin anaknya diterima di sana. Mereka maksa kepada pihak sekolah," kata Hadadi, Jumat (28/7/2017).

    Hadadi menjelaskan, akibat kekisruhan tersebut situasi semakin genting, sehingga para orang tua difasilitas oleh pihak terkait. Mereka diajak musyawarah yang dihadiri Muspika, Koramil, Kapolsek, dan para orang tua.

    "Akhirnya setelah musyawarah, disepakatilah itu. Saya bilang itu bukan tanggung jawab kami. Ini tanggung jawab komite, jangan dibawa-bawa kami. Dari awal kami tegas menolak," tegasnya.

    Hadadi pun menjelaskan, kepala sekolah dalam posisi tertekan akibat keinginan warga yang ingin anaknya masuk SMAN 27. Sebab, rombongan belajar (rombel) di SMA tersebut hanya 8 kelas, sedangkan Disdik Jabar menolak semua penambahan rombel.

    Diberitakan sebelumnya, Kepala SMAN 27 Bandung, berinisial NK ditangkap TIm Saber Pungli Jabar. Di brangkas sekolah, Tim Saber Pungli mengamankan uang senilai Rp255 juta. Uang itu diduga hasil pungutan terhadap siswa baru. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Wali Kota Bandung Hadiahi Sepeda untuk 2 Manusia Gorong-gorong
    Rumah Deret Jadi Langkah Pemkot Bandung Tangani Kawasan Kumuh
    3.000 Difabel Ikuti Parade Rayakan Hari Disabilitas Internasional
    Cegah Stunting, Posyandu Cicendo Luncurkan Aplikasi Si Aplod dan Si Centring
    Kesalehan Sosial Antar Manusia ke Surga

    Editorial


      Info Kota