web stats service from statcounter

Hot News

  • Seri Terus, Persib Bandung Didemo Bobotoh
    Seri Terus, Persib Bandung Didemo Bobotoh
    • 17 Oktober 2017 | 15:43:00 WIB

    RIBUAN bobotoh yang tergabung Komunitas Peduli Persib Bandung (KPPB) berunjuk rasa di depan kantor Persib Bandung, Jalan Sulanjana.

Inspirasi

    Giliran Warga Tasik Mendukung Angkutan Online
    net

    Giliran Warga Tasik Mendukung Angkutan Online

    JuaraNews, Tasikmalaya – Masyarakat Tasikmalaya bereaksi dengan membuat petisi dukungan terhadap angkutan online. Itu dibuat hanya sehari setelah instruksi pelarangan operasional ojeg online di Tasikmalaya.

    Mereka meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya mencabut larangan tersebut. Petisi diunggah dalam situs change.org dan pertama kali diunggah oleh Iwan Fauzi, Rabu (26/7/2017). 

    Dalam petisi itu, disebutkan tiga alasan mengapa masyarakat menuntut larangan terhadap ojek online dicabut. Pertama, masyarakat menilai bawah transportasi berbasis daring adalah tolak ukur suatu kota terhadap laju pertumbuhan ekonomi, dan berpengaruh pada kemajuan daerah tersebut. 

    Kedua, masyarakat menilai, transportasi berbasis aplikasi lebih nyaman, aman, dan efisien. Ketiga, masyarakat menilai transportasi umum salah satunya angkutan kota kerap beroperasi secara ugal-ugalan dan membuat jalanan Tasikmalaya macet dan semrawut. 

    Lewat petisi ini juga pengunggah memberikan saran kepada pemerintah untuk membuat tiga kebijakan sebelum benar-benar membekukan izin ojek online. Pertama, Pemkot Tasikmalaya dapat membentuk Badan Usaha Milik Daerah dalam bidang transportasi untuk memperbaiki layanan transportasi di Tasikmalaya. 

    Kedua, membuat kebijakan penyesuaian tarif seperti yang sudah dilakukan Pemprov DKI Jakarta dan Kota Bandung. Ketiga, memberikan edukasi kepada supir angkutan kota, ojek konvensional, dan becak untuk dapat menerima kehadiran ojek aplikasi karena dinilai menguntungkan masyarakat Tasikmalaya.

    Petisi yang rencananya akan dikirimkan ke DPRD Kota Tasikmalaya dan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman itu hingga Kamis, 27 Juli 2017 pukul 12.00 sudah ditandatangani oleh 3.672 pendukung. 

    Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya Aay Zaini Dahlan mengatakan, hingga saat ini Pemkot Tasikmalaya sepakat menangguhkan izin operasional angkutan berbasis daring atau online.

    "Secara yuridis, angkutan motor belum diatur dalam UU nomor 22/2009 tentang LLAJ. Saat ini yang sudah punya aturan ojek aplikasi baru Kota Bogor dan Kota Depok,” sebutnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Peduli Museum, Aher Raih Anugerah Purwakalagrha
    2019, Wisman ke Jabar Ditarget Capai 20 Juta
    Tekan Kemiskinan dan Kematian Ibu melalui KB
    JKN Sudah Jangkau 70 Persen Penduduk
    Kemenko PMK Perjuangkan Kuota Perempuan di DPR
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google