web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    4.643 Koperasi di Bandung Tunggu SK Pembubaran
    net

    4.643 Koperasi di Bandung Tunggu SK Pembubaran

    JuaraNews, Bandung – Ada 4.643 koperasi di Jawa Barat (Jabar) telah diusulkan untuk dibubarkan. Pembubaran tersebut tinggal menunggu legalitas berupa surat keputusan (SK) dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

    Kepala Dinas KUK Jabar Dudi Sudradjat Abdurachim mengatakan, usulan tersebut sudah dikirimkan kepada pihak kementerian. “Kita tinggal menunggu SK nya saja, karena 4.643 koperasi itu sudah pasti dibubarkan,” ucapnya.

    Awalnya pihak kementerian mengidentifikasi ada 10.063 unit yang harus dibubarkan di Jabar. Namun, setelah melalui tahap verifikasi, hanya 4.643 unit yang resmi diusulkan untuk dibubarkan.

    "Dari jumlah awal itu ternyata masih ada yang aktif dan ada juga yang akan melanjutkan kembali operasionalnya sehingga tidak jadi dibubarkan,” tandasnya.

    Lamanya proses penerbitan SK pembubaran tersebut tidak lepas dari banyaknya unit yang diusulkan untuk dibubarkan. Pasalnya, satu SK diberikan untuk satu unit yang dibubarkan.

    "SK nya tidka dibuat secara kolektif per kabupaten/kota atau provinsi, tapi satu-satu. Jadi perlu waktu untuk menyelesaikannya," kata Dudi.

    Pembubaran paling banyak di level Kabupaten/kota di Jabar, menurut dia, di antaranya adalah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bogor.

    Seperti diketahui, proses pembubaran dilakukan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17/1994 tentang Pembubaran Koperasi serta Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Nomor 10/2015.  (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Atasi PKL dan Parkir Liar, Pemkot Gandeng Denpom
    Sopir Ngantuk, Fortuner Tabrak Toko Buku di Braga
    Museum Kota Bandung Segera Dibuka
    Sopir Honda Jazz Maut Serahkan Diri ke Polisi
    Bandung Siap Terapkan e-Tilang Berbasis CCTV
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018