web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Polda Jabar Bongkar Sindikat Pemalsuan STNK
    istimewa Yusri Yunus dan Umar Fana perlihatkan barang bukti

    Polda Jabar Bongkar Sindikat Pemalsuan STNK

    JuaraNews, Bandung - Polda Jabar membongkar sindikat pemalsuan STNK yang beroperasi lintas provinsi. Petugas berhasil mengamankan 4 tersangka, 9 lembar STNK asli tapi palsu, laptop, printer, dan 13 mobil serta satu unit sepeda motor dengan STNK palsu.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus didampingi Direskrimum Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana mengatakan,

    Keempat tersangka yang ditangkap, yakni Wawan alias Onde (44), Agung Hermawan (21), warga Rancasalak, Kadungora Kabupaten Bandung; Ade Hermawan (52) warga Desa Langensari, Kecamatan Solokan Jeruk Kabupaten Bandung; dan Agus alias Ompong (41) warga Parahyangan Kencana, Desa Banda Sari, Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung.

    "Modus kejahatan komplotan ini, mereka bekerja sama dengan pelaku pencuri mobil dan sepeda motor. Kemudian mereka membuatkan STNK untuk kendaraan hasil pencurian dan penggelapan itu," kata Yusri di Gedung Ditreskrimum Polda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (26/7/2017).

    Menurut Yusri, kasus ini terungkap atas laporan salah seorang korban Hidayat, warga Dusun Sukasari, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara. Korban curiga dengan STNK mobilnya. Setelah mendapat laporan, anggota Direskrimun Subdit III Jatanras melakukan penyelidikan hingga terbongkarlah sindikat ini.

    "Tersangka menggunakan STNK asli bekas. Kemudian mereka menghapus data-data yang tertera di STNK itu menggunakan kertas ampelas. Lalu diketik ulang dengan data baru yang disesuaikan dengan kendaraan hasil curian atau penggelapan. Pelaku menjual STNK aspal itu Rp1,7 juta per lembar. Sedangkan penjual mobil kembali menjual STNK aspal Rp2,5 juta per lembar," ujar Yusri.

    Direskrimum Polda Jabar Kombes Pol Umar Fana mengemukakan, para pelaku telah melakukan pemalsuan STNK selama 6 bulan.

    "Akibat melakukan kejahatan itu para pelaku dijerat Pasal 263 dan 264 KUHP tentang Pemalsuan dan Penipuan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," kata Umar. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Deklarasi, Rio Wilantara Siap Satukan KNPI Jabar
    Stok Pangan Aman hingga Akhir Tahun
    Warga Tamansari Dipersilakan Gugat Pemkot ke PTUN
    2.000 Personil Siap Amankan Tahun Baru di Bandung
    Emil Janji Tuntaskan Tugas Wali Kota Tahun Depan
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018