web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Banyak yang Pensiun, Kota Tasikmalaya Kurang Guru
    net

    Banyak yang Pensiun, Kota Tasikmalaya Kurang Guru

    JuaraNews, Tasikmalaya - Pemkot Tasikmalaya hingga kini masih kekurangan lebih dari 1.000 guru. Terlebih menjelang tahun 2018, banyak guru pensiun bersama-sama imbas dari pengangkatan era Inpres di tahun 80’an. 
     
    "Berdasarkan analisa jabatan itu ada sekitar 1.000-an guru yang dibutuhkan karena banyak guru yang pensiun di tahun depan," kata Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, Senin (24/7/2017). 

    Budi khawatir jika tidak ada rekrutmen segera bisa berdampak pada siswa yang belajar di sekolah. Belum lagi kebijakan guru mata pelajaran harus linier dan tidak seperti dahulu bisa ditambal dengan satu rumpun yang sama. Ini akan menjadi masalah jika tidak ada kuota yang banyak, apalagi kewenangan pemerintah daerah sangat minim, dan minim opsi untuk menambal sementara kekosongan guru yang pensiun itu.

    “Kalau dulu, guru matematika bisa diisi dengan yang satu rumpun seperti fisika. Sekarang kan tidak bisa, harus linier. Guru mata pelajaran matematika, harus diisi oleh matematika," sebutnya.
     
    Dirinya berharap kuota yang diberikan pemerintah pusat tahun ini mencukupi untuk mengisi kekosongan tersebut. Pasalnya dari analisa jabatan ada sekitar 1.500 posisi baik dari tenaga kesehatan, guru dan infrastruktur yang perlu diisi. 

    "Setiap bulan itu ada 15 PNS yang pensiun. Sedangkan gantinya tidak ada, karena tidak ada penambahan. Dulu kita mengajukan 1.800 PNS hanya diberi kuota 61. Nah tahun ini menurut informasi akan ada perekrutan, mudah-mudahan banyak kuotanya," harapnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Golkar Kembali Usung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar?
    PPP Bisa Ikuti Sikap Golkar Cabut Dukungan ke Emil
    Golkar Cabut Dukungan terhadap Emil sebagai Cagub
    Seorang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak akibat Gempa
    Puan: PKH Jangan Dipakai Jajan atau Beli Pulsa
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google