web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Pedagang Tolak Revitalisasi Pasar Cihampelas KBB
    net

    Pedagang Tolak Revitalisasi Pasar Cihampelas KBB

    JuaraNews, Bandung Barat - Pedagang Pasar Sehat Desa Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat memprotes rencana revitalisasi pasar oleh pihak desa. Sebabnya, para pedagang merasa diperlakukan sewenang-wenang untuk dapat tetap berdagang. 

    Salah seorang pedagang Iis (47) mengatakan, selama ini para pedagang tak pernah diajak bermusyawarah terkait rencana revitalisasi pasar. Tiba-tiba para pedagang diminta untuk membayar kios atau lapak kaki lima dengan harga yang cukup mahal.

    “Harga cicilan kios yang ditawarkan mahal dan pedagang tidak sanggup untuk membarnya,” kata Iis di sela audiensi antara ratusan pedagang Pasar Cihampelas dengan jajaran dewan di Gedung DPRD Bandung Barat, Senin (24/7/2017).

    Pembangunan Pasar Cihampelas direncanakan bakal dimulai pada Rabu 26 Juli 2017. Surat pemberitahuan yang dilayangkan panitia pembangunan pasar kepada para pedagang, juga ditembuskan ke aparat kewilayahan, termasuk TNI/Polri dan Satpol PP. Hal itu yang membuat pedagang gusar karena merasa terusir dari tempatnya berjualan.

    "Kami enggak tahu kapan pasar selesai dibangun dan dari desa itu kan enggak pernah ada musyawarah dengan para pedagang," keluhnya.

    Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Sehat Desa Mekarmukti Oos Koswara menambahkan, pedagang Pasar Cihampelas berjumlah sekitar 350 orang, termasuk puluhan pedagang kaki lima. Untuk bisa berjualan kembali setelah pasar dibangun, para pedagang diminta untuk membeli hak guna pakai dengan nilai yang bervariasi.

    "Kalau untuk PKL harganya itu sampai Rp 25 juta. Buat kios, ada yang Rp 77 juta, tapi kalau kios yang berada di depan itu harganya Rp 120 juta-Rp 150 juta,” sebutna.

    Menanggapi aspirasi para pedagang itu, Ketua DPRD Bandung Barat Aa Umbara Sutisna mengatakan, secara aturan dewan tak memiliki kewenangan untuk menghentikan rencana pembangunan pasar. Tapi dia menyatakan dewan tetap akan menampung aspirasi para pedagang. 

    "Saya juga sudah mengundang kepala desa, tapi enggak hadir. Maksudnya kami juga harus terlibat dalam menegosiasikan keberatan para pedagang," kata dia. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Aksi Solidaritas terhadap Rohingya Terus Meluas
     Wisatawan ke KBB Minim akibat Infrastruktur Buruk
    Fraksi Hanura Tolak Pembangunan Gedung DPRD KBB
    Safari Kebangsaan Dihadiri Balon Bupati dari PDIP
    Buruh KBB Minta UMSK Diputuskan Secepatnya
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018