Hot News


JN-TAM

Inspirasi


    Musim Hujan Dimulai, Waspadai Bencana Banjir

    Musim Hujan Dimulai, Waspadai Bencana Banjir

    • Kamis, 20 November 2014 | 23:32:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung – Musim hujan baru saja dimulai. Hujan baru mengguyur beberapa hari saja. Namun sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung sudah langsung terendam banjir, seperti kawasan langganan banjir di Kampung Cieunteung Kelurahan Baleendah, dan daerah lainnya yang berada di aliaran Sungai Citarum.

    Curah hujan sendiri sebenarnya masih relatif normal. Itu artinya bencana banjir sebenarnya tidaklah perlu terjadi. Syaratnya, kondisi alamnya memang normal. Namun, dengan kondisi alam yang tidak normal seperti saat ini, bencana pun menjadi keniscayaan.

    Aliran Sungai Citarum yang merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat misalnya. Kondisinya layaknya tempat sampah raksasa yang dipenuhi sampah-sampah dari semua penjuru wilayah. Akibatnya, aliran air pun tersendat. Air yang diturunkan hujan dari langit tidak bisa dengan lancar mengalir ke tiga waduk yang selama ini menampung air Citarum, yakni Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur. Akibatnya fatal. Sejumlah wilayah yang terlewati aliran sungai itu pun menjadi sasaran amukan Citarum. Jutaan kubik air ditumpahkan sehingga merendam ribuan rumah.

    Buruknya kondisi Citarum ini pun tak lepas dari perilaku masyarakatnya sendiri. Pola buang sampah yang selama ini masih sembarangan, menjadi pangkal sebab pendangkalan Sungai Citarum. Kerusakan alam di daerah hulu pun menjadi faktor penyebab banjir.

    Menurut laporan Kementerian Lingkungan Hidup pada 2010, indeks kualitas lingkungan hidup Jawa Barat sekitar 53,44%, berada pada peringkat 23 dari 33 provinsi di Indonesia. Semua daerah aliran sungainya hancur dan tercemar. Indeks tutupan hutannya hanya 38,74% dan indeks pencemaran sungainya 23,08%.

    Dengan kondisi itu, malapetaka banjir menjadi rutinitas, khususnya Kabupaten Bandung yang berada di dataran rendah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung, sebanyak 34.413 rumah berada di daerah rawan banjir. Pada 2011, luas lahan yang terendam banjir mencapai 3.000 hektare, mulai dari Rancaekek, Solokanjeruk, Majalaya, Bojongsoang, Baleendah, Dayeuhkolot, Banjaran, sampai Margaasih. Rata-rata terjadi sepuluh kali banjir setiap musim hujan.

    Bencana banjir yang kembali melanda Cieunteung, patut menjadi renungan bagi kita semua, masyarakat juga pemerintah daerah. Apakah ini murni musibah yang dibawa alam atas kehendak-Nya, atau ini akibat dari kelalaian kita dalam memelihara alam.

    Kewaspadaan dan tanggap bencana menjadi cara satu-satunya yang bisa dilakukan masyarakat dan pemerintah. Untuk jangka panjang, tentunya harus ada upaya yang komprehensif dalam mengatasi bencana banjir ini.

    Masyarakat dituntut berpartisipasi dalam mengatasi banjir ini. Paling tidak masyarakat harus mulai peduli terhadap lingkungan. Karena bagaimana pun bencana ini datang akibat rusaknya lingkungan hidup oleh ulah manusia sendiri. Budaya buang sampah sembarangan yang akhirnya membuat saluran air tersumbat, dan mendangkalnya sungai, serta habisnya pepohonan di hutan karena ditebangi sembarangan, menjadi pemicu terjadinya bencana di musim hujan ini.

    Dengan upaya yang dilakukan secara bersama antara masyarakat, pemerintah, dan elemen lainnya, diharapkan di masa mendatang, tidak ada lagi banjir yang melumpuhkan aktivitas masyarakat. (*)

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Berdamai atau Hidup Tanpa Corona
    Jadi Pribadi yang Lebih Baik di Tahun Baru 2020
    Teloransi, Kebersamaan dalam Perbedaan
    Teladani Semangat Pahlawan
    Tahun Baru Hijriah, Pererat Silaturahmi Toleransi
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Klasemen Liga Dunia

      Tim M Point
      1. Arsenal 2 6
      2. Tottenham Hotspur 2 6
      3. Liverpool 2 6
      4. Everton 2 6
      Tampilkan Detail

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 Persib Bandung 3 9
      2 Bali United 3 7
      3 PSIS Semarang 3 6