web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    4 Daerah Sepakat Terapkan SK Gubernur soal Upah
    net

    4 Daerah Sepakat Terapkan SK Gubernur soal Upah

    JuaraNews, Bandung – Para pengusaha garmen mencapai kesepakatan dengan terkait penerbitan  SK Gubernur Jawa Barat tentang upah buruh garmen.

    Upah sektor garmen itu akan diterapkan di empat wilayah, yakni Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Purwakarta.

    "Semua sudah sepakat untuk menerbitkan SK Gubernur tersebut terkait dengan upah buruh garmen,” terang Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonensia (Apindo) Jawa Barat Deddy Widjaja, Selasa (18/7/2017).

    Keputusan untuk menerbitkan SK Gubernur tersebut lahir dalam pertemuan yang diinisiasi Wakil Presiden Ri, Jusuf Kalla, Jumat (14/7/2017) lalu. Pertemuan tersebut, dihadiri Apindo Jabar, Gubernur Jabar, SP tingkat provinsi Jabar, dan DPK di empat wilayah. Selain itu juga, dihadiri bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota, Menaker dan Kepala BKPM.

    Menurut Deddy, upah yang akan diterima para buruh di sektor garmen sesuai dengan kesepakatan antara pengusaha dan para buruh. Upah tersebut, sudah diberikan sejak Januari 2017 lalu. "SK Gubernur tersebut, mengesahkan besaran upah yang telah disepakati oleh pengusaha dan serikat pekerja," kata dia.

    Dengan kesepakatan yang telah tercapai tersebut, para pengusaha dan juga para buruh bisa bernafas lega. Karena, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 97 ribu buruh bisa dihindari. Karena SK Gubernur tersebut, menjadi payung hukum yang dibutuhkan para pengusaha untuk tetap mengoperasikan perusahaannya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Garuda Indonesia Kembali Gelar GATF 2017 Phase II
    PT BIJB Tawarkan Peluang Bisnis Perawatan Pesawat
    118 BUMN dan 100 Perusahaan Ikuti IBD Expo 2017
    Pelaku UMKM di Sukabumi Kebanyakan Masih Gaptek
    Terdampak UMK, Perusahaan di KBB Lakukan PHK
    Berita Terdahulu

    Editorial