web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Warga Pangandaran Peringati 11 Tahun Tsunami
    net

    Warga Pangandaran Peringati 11 Tahun Tsunami

    JuaraNews, Pangandaran – Warga Kabupaten Pangandaran memperingati 11 Tahun terjadinya tsunami di Lapangan Pamugaran, Pantai Barat Pangandaran, Senin (17/7/2017). Peringatan tersebut ditandai dengan dibunyikannya sisrine bencana tsunami selama tiga menit.

    Seperti diketahui tsunami di Kabupaten Pangandaran terjadi pada 17 Juli 2006 pukul 15.30 WIB. Kejadian ini telah memporak porandakan bangunan yang berada tepat di bibir pantai  dan ratusan jiwa menjadi korban akibat bencana tersebut.

    Data Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pangandaran, tsunami Pangandaran terjadi bukan kali pertama. Tsunami Pangandaran terjadi pada tahun 1600, 1593, 1974 dan yang terparah terjadi tahun 2006.

    "Bencana tsunami di Pangandaran ini menjadi tsunami terbesar ketiga di Indonesia setelah bencana tsunami Aceh dan Nias karena menyebabkan korban jiwa 405 orang,” tutur Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata.

    Menurutnya dahsyatnya tsunami Pangandaran harus menjadi satu titik balik pentingnya mewaspadai bencana alam. Karena Pangandaran masuk 5 besar di Jawa Barat dan 16 besar daerah yang berpotensi bencana alam di Indonesia.

    Untuk itu pendidikan mitigasi bencana alam Pangandaran harus dimiliki warga. Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, ditugaksan untuk mengecek kembali peralatan mitigasi bencana alam tsunami.

    “Warga Pangandaran harus tetap meningkatkan kewaspadaannya karena potensi bencana di sini cukup tinggi,” tuturnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Berita Lainnya
    Wacana Pembentukan Sumedang Barat Menguat
    Mayat Misterius Ditemukan di Perkebunan Teh
    Rem Blong, Truk Seruduk Motor Ibu dan Anak Tewas
    Tersangkut Jaring Saat Melaut Nelayan Tewas
    Pedagang Tolak Tempati Pasar Modern Limbangan
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.