web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Sehari 80% Sampah di Kab. Bandung Tak Terangkut
    net

    Sehari 80% Sampah di Kab. Bandung Tak Terangkut

    JuaraNews, Bandung – Hanya sekitar 20% di Kabupaten Bandung dari total sampah 1.200 ton/harinya yang bisa dibuang ke TPA. Sementara sisanya sekitar 900 ton entah dibuang kemana.

    Praktisi lingkungan Kabupaten Bandung Edi Rahayu menyatakan, untuk meminimalisir persoalan sampah tersebut, perlu kesadaran masyarakat.
    Keberadaan TPA bukan menjadi solusi, karena akan terus menumpuk, dan menimbulkan persoalan baru dan ancaman terjadinya bencana longsor.

    "Yang dibuang ke TPA itu hanya residunya saja, setelah melewati proses pemilahan dan pemilihan sampah di rumah tangga," tuturnya.

    Jika sampah melalui proses pengolahan dari mulai sumber sampah rumah tangga, akan menghasilkan sekitar 35 persen sampah organik dan 30 persen sampah yang memiliki nilai ekonomis. Sisanya, 35 persen dalam bentuk residu.

    Meski membutuhkan waktu yang cukup lama, pemerintah juga harus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Pemerintah juga jangan terus-merus memarahi masyarakat dalam persoalan sampah.

    Menurutnya dalam penanganan sampah membutuhkan ketegasan pemerintah dalam menerapkan regulasi. Tak hanya itu, katanya, anggaran juga harus menjadi perhatian dan jika perlu anggarannya diperbesar untuk mengoptimalkan penanganan sampah.

    "Jangan sampai karena persoalan anggaran, penanganan sampah di Kabupaten Bandung terus menjadi masalah,” imbuhnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Berita Lainnya
    Gempa di Kawasan Kamojang Bandung Harus Diteliti
    1 Minimarket Ilegal di Kabupaten Bandung Disegel
     986.726 Anak Jadi Sasaran Imunisasi MR
    Pedagang Minta Pembangunan Pasar Disosialisasikan
    Sehari 80% Sampah di Kab. Bandung Tak Terangkut
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.