web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Sehari 25 Kasus Perceraian di Kabupaten Cirebon
    net

    Sehari 25 Kasus Perceraian di Kabupaten Cirebon

    JuaraNews, Cirebon – Sejak tahun 2017 angka perceraian di wilayah Kabupaten Cirebon terus meningkat. Tahun 2017 saat ini setiap jam bahkan terjadi kasus perceraian di wilayah Kabupaten Cirebon.

    Sekda Kabupaten Cirebon Yayat Ruhyat mengatakan itu saat kunjungan kerja Mensos ke Kabupaten Cirebon untuk memberikan kartu sejahtera bagi 500 keluarga penerima manfaat di Kabupaten Cirebon, akhir pekan lalu.

    “Tahun 2016, jumlah kasus perceraian mencapai 6.000 kasus, atau rata-rata 500 kasus per bulan, yang sama dengan 16-17 kasus per hari. Pada tahun 2017 ini, angka perceraian diprediksi meningkat mencapai 9.000 kasus, atau meningkat sampai 50 persen, atau 24-25 kasus per hari,” ucapnya.

    Artinya, lanjut dia, selama tahun 2017 ini, hampir setiap jam terjadi kasus perceraian di wilayah Kabupaten Cirebon. Faktor sosial ekonomi masyarakat menjadi faktor dominan, tingginya angka perceraian di Kabupaten Cirebon.

    Adanya bantuan program Keluarga Harapan, dirinya berharap bisa meningkatkan kesejahteraan dan pendidikan warga, sehingga diharapkan bisa menekan angka perceraian.

    Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon Maryono, prediksi angka perceraian tahun 2017 yang disampaikan Sekda, didasarkan kepada masuknya gugatan cerai ke pengadilan agama. “Jadi bukan angka prediksi yang muncul karena perkiraan akan terjadi perceraian terhadap pasangan yang ada,” jelasnya. (*)

     

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Berita Lainnya
    Wacana Pembentukan Sumedang Barat Menguat
    Mayat Misterius Ditemukan di Perkebunan Teh
    Rem Blong, Truk Seruduk Motor Ibu dan Anak Tewas
    Tersangkut Jaring Saat Melaut Nelayan Tewas
    Pedagang Tolak Tempati Pasar Modern Limbangan
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.