web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Pembentukan KBT Tinggal Tunggu Persetujuan Bupati
    net

    Pembentukan KBT Tinggal Tunggu Persetujuan Bupati

    JuaraNews, Bandung – Aspirasi pembentukan Kabupaten Bandung Timur sudah ada mekanisme dan diatur di Undang-Undang. Hal tersebut dikatakan oleh penggerak Komite Indepemden Pengawas Pembangunan dan Percepatan Pemekaran Kabupaten Bandung Timur (KIP4KBT) Asep Juarsa.

    "UU daerah otonomi baru sudah ada. Maka ketika bupati menyetujui maka itu bisa langsung jadi," tuturnya, Jumat (14/7/2017).

    Di dalam UU diamanatkan bahwa dalam pembentukan daerah otonom baru tidak boleh mengakibatkan daerah induk menjadi tidak mampu. Oleh sebab itu harus dilakukan kajian daerah yang meliputi berbagai indikator yang melewati proses penilaian.

    Kajian pembentukan daerah otonom baru, sekarang ini tidak dilakukan oleh pemerintah daerah tapi menjadi kewenangan pusat.  Sementara terkait persoalan moratorium itu kan jelas sifatnya situasional jadi tidak bersifat baku.

    Pihaknya sudah sering melakukan komunikasi dengan Bupati Bandung guna membahas langkah-langkah dan tahapan-tahapan proses pembentukan KBT. Dan bupati selalu memberikan tanggapan positif sekaligus menyetujui aspirasi pembentukan KBT.

    “Kami sudah cukup lama menunggu kejelasan bupati. Persoalan musyawarah desa (musdes) itu sebenarnya tidak sulit tinggal bagaimana Bupati Bandung memberikan kelonggaran kepada pihak pemerintahan desa agar melakukan musdes untuk menyetujui dan mendukung aspirasi masyarakat yang selama ini terus berkembang," bebernya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Berita Lainnya
    Moratorium Belum Dicabut, Honorer Diminta Bersabar
    Rokok Dibuang Seenaknya, Gudang Las Terbakar
    Gempa di Kawasan Kamojang Bandung Harus Diteliti
    1 Minimarket Ilegal di Kabupaten Bandung Disegel
     986.726 Anak Jadi Sasaran Imunisasi MR
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.