web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

     Warga Masih Enggan Pakai Mesin Parkir Elektronik
    net

    Warga Masih Enggan Pakai Mesin Parkir Elektronik

    JuaraNews, Bandung – Masyarakat belum banyak menggunakan mesin parkir elektronik yang mulai diuji cobakan di Kota Bandung sejak Jumat (14/7/2017. Kebanyakan warga, termasuk sejumlah juru parkir menganggap mesin parkir elektronik belum berfungsi.

    Seperti diungkapkan oleh Santi (36). Dirinya belum mengetahui jika mesin parkir elektronik itu sudah berjalan. “Saya ga tahu jadi masih parkir manual saja,” ucapnya.

    Menurutnya dirinya sudah terbiasa dengan pembayaran parkir manual yang praktis dan tidak ribet sehingga rasanya sulit jika harus beralih ke mesin parkir elektronik. “Paling bedanya juga tidak jauh sama bayar manual, jadi bayar manual saja,” sambungnya.

    Tarif parkir elektronik ini dibagi beberapa zona. Seperti untuk zona pusat berlaku pada lokasi di pusat kota seperti Jalan Merdeka atau Jalan Braga. Tarif parkir di pusat kota untuk mobil yakni Rp 3.000 untuk jam pertama dan Rp 2.000 per jam berikutnya. Sementara tarif parkir kendaraan roda dua berlaku Rp 2.000 untuk jam pertama dan Rp 1.000 per jam selanjutnya.

    Di zona penyangga semisal Jalan Laswi, tarif parkir mobil sebesar Rp 2.500 untuk jam pertama dan Rp 2.000 per jam berikutnya. Adapun tariff parkir sepeda motor yaitu Rp 1.500 pada jam pertama dan Rp 1.000 per jam selanjutnya. Sementara di zona pinggiran berlaku Rp 2.000 per jam pertama dan Rp 2.000 per jam berikutnya bagi mobil dan sepeda motor ditarif Rp 1.000 per jam. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Stasiun Bandung Direvitalisasi jadi Berkelas Dunia
    Pengemudi Online dan Konvensional Berdamai
    Tolak Rumah Deret, Warga Tamansari Demo Balai Kota
    Sopir Taksi Online Diserang Orang Tak Dikenal
    Bikin Macet,Kapolda Minta Terminal Ledeng Dipindah
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018