web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Objek Wisata TNGP Mulai Kumuh Oleh Permukiman
    net

    Objek Wisata TNGP Mulai Kumuh Oleh Permukiman

    JuaraNews, Cianjur – Objek wisata Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) kondisinya kumuh. Itu terjadi karena banyaknya bermunculan permukiman yang dibangun oleh warga di sekitarnya.

    Lahan parkir dan fasilitas pendukung pariwisata seperti lokasi berjualan dan wisata kuliner yang berada di area Kebun Raya Cibodas menjadi permukiman yang kebanyakan ditempati pendatang.

    Ketua Paguyuban Pemuda Pemudi Cimacan Rama Ariandi mengatakan, selama puluhan tahun area sekitar TNGP dan Kebun Raya Cibodas terus bertumbuh menjadi permukiman yang dipadati penduduk. “Warga pendatang banyak yang menetap dan mendirikan rumah di kawasan ini,” ucapnya.

    Hingga saat ini, pemukiman tersebut telah menjadi satu Rukun Tetangga (RT) dengan ratusan penduduk di dalamnya. Bahkan, karena telah ditempati sejak lama, sejumlah rumah pun dibangun hingga semi permanen.

    Menurutnya kewenangan untuk mengatur lokasi tersebut berada di tangan Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) sebagai mitra dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispora) Cianjur.

    Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Cianjur Yeyen Rohyanda mengatakan, keberadaan permukiman tersebut merupakan pelanggaran. Area wisata pada dasarnya harus bebas dari keberadaan permukiman warga. “Permukiman itu berdiri di atas tanah negara dan itu dilarang apalagi di lokasi objek wisata,” tegasnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Berita Lainnya
    Wacana Pembentukan Sumedang Barat Menguat
    Mayat Misterius Ditemukan di Perkebunan Teh
    Rem Blong, Truk Seruduk Motor Ibu dan Anak Tewas
    Tersangkut Jaring Saat Melaut Nelayan Tewas
    Pedagang Tolak Tempati Pasar Modern Limbangan
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.