web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Disdik Jabar Kaji Kembali PPDB jalur MoU
    net Kadisdik Jabar Ahmad Hadadi

    Disdik Jabar Kaji Kembali PPDB jalur MoU

    JuaraNews, Bandung - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar Ahmad Hadadi akan mengkaji ulang proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK melalui jalur Memorandum of Understanding (MoU).

    Hal tersebut diungkapkan saat menerima keluhan para orang tua calon siswa yang disampaikan Forum Ormas dan LSM Jawa Barat saat audiensi di Kantor Disdik Jabar, Japan dr Rajiman Kota Bandung, Kamis (13/7/2017). "Intinya ada beberapa hal yang kami sepakati," ujar Hadadi.

    Menurut Hadadi, secara ketentuan kuota penerimaan jalur MoU dibenarkan dan diatur oleh hukum. "Karena ini dasarnya adalah Undang-undang Nomor 20 dan 23 tentang Sistem Pendidikan Nasional," ucapnya.

    Peraturan itu menyebutkan, sekolah diselenggarakan berdasarkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Dalam MBS itu sekolah dapat membangun kemitraan dengan pihak yang dianggap strategis untuk membangun pendidikan yang lebih baik.
    "Tapi jalur MoU ini kan masih bisa dipertimbangkan apakah lanjut atau tidak," tandas Hadadi.

    Bila dianggap masih relevan untuk diterapkan, menurutnya, sistem PPDB jalur MoU tersebut dapat dipertahankan. Namun sebaliknya, bila dianggap tidak mendatangkan manfaat, sistem ini bisa saja dihapuskan.

    "Pokoknya masukan mengenai sistem MoU ini akan saya sampaikan pada pemegang kebijakan karena itu kan di luar kewenangan kami," Vegas Hadadi. (*)

     

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    SBY: Pemerintah, BIN, TNI, dan Polri Harus Netral
    SBY: Deddy-Dedi yang Terbaik & Mampu Pimpin Jabar
    Bawaslu Siap 'Melek' 24 Jam Awasi Pilkada di Jabar
    Kawal Pilkada di Jabar, Bawaslu Diminta Netral
    40 Persen Massa PPP Siap Dukung Deddy-Dedi
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.

      Advertisement On Google