web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Selamat Tahun Baru Imlek, Gong Xi Fa Chai
    net

    Selamat Tahun Baru Imlek, Gong Xi Fa Chai

    • Kamis, 19 Februari 2015 | 06:00:00 WIB
    • 0 Komentar

    KAMIS (19/2/2015) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan Cina di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Di hari ini, lebih dari dua miliar lebih warga etnis Cina merayakan Tahun Baru Imlek 2566/2015.

    Imlek yang dirayakan sejak 221 SM ini merupakan hari raya paling penting bagi masyarakat Cina. Perayaan Imlek pun cukup meriah karena diperingati oleh hampir 1/5 penduduk dunia. Demikian pula, Tahun Baru Imlek telah menjadi bagian dari budaya tradisional Indonesia. Perayaan Imlek di Indonesia bahkan sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu, ketika nenek moyang warga keturunan Cina datang ke Tanah Air

    Tahun demi tahun, setiap jatuh pada hari Imlek, warga etnis Tionghoa merayakannya. Kendati tak seramai perayaan Hari Raya Idul Fitri, mereka pun melakukan silaturahmi dan saling mengunjungi sesama keluarga. Bahkan sebagian dari mereka, juga melakukan tradisi mudik, seperti umat Islam saat Lebaran, atau orang Tionghoa di tanah kelahiran mereka di Cina sana.

    Namun, kemeriahan Imlek di Tanah Air sempat tidak terdengar sejak Orde Baru berkuasa. Saat itu, Presiden Soeharto melarang segala hal yang berbau Tionghoa termasuk merayakan Tahun Baru Imlek, melalui Inpres No 14/1967. Warga keturunan Tionghoa akhirnya kembali mendapatkan haknya merayakan Imlek ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres produk Orde Baru tersebut pada tahun 2000, yang dilanjutkan dengan mengeluarkan Keppres No 19/2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya). Dan akhirnya pada 2002 lalu, Imlek resmi dinyatakan sebagai hari libur nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.

    Memang perayaan Imlek di Tanah Air tidak semeriah di negeri asalnya, Cina. Namun, hari raya yang diperingati lebih dari 12 juta warga Tionghoa dari berbagai agama ini, tetap istimewa. Berbagai acara digelar dalam perayaan yang dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 hingga tanggal 15 bulan pertama  (Cap Go Meh) ini. Seperti sembahyang Imlek, sembahyang kepada Thian, dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan dari persembahyangan ini, tak lain sebagai wujud syukur dan doa harapan agar di tahun depan mendapat rezeki lebih banyak, untuk menjamu leluhur, dan sebagai sarana silaturahmi dengan kerabat dan tetangga.

    Hari raya Imlek pun merupakan momen pertemuan seluruh anggota keluarga sekali dalam setahun. Anggota keluarga akan bersilaturahmi, saling berbagi dan memberikan pengalaman selama setahun. Perayaan ini menjadi sangat berarti ketika setiap anggota keluarga dan tetangga saling menjalin kasih, saling mengayomi, dan memulai lembaran baru.

    Keberadaan etnis Tionghoa, dengan tradisi Imlek-nya tentunya menambah khasanah budaya Indonesia yang beragam.  Berdasarkan UU No 12/2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, Tionghoa digolongkan sebagai salah satu suku dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena, memang Indonesia dibangun dari keberagaman etnis-etnis yang ada.

    Tentunya perayaan Imlek ini harus dijadikan momen untuk lebih meningkatkan persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Imlek ini bukan hanya harus dimaknai oleh warga etnis Tionghoa yang mencapai lebih dari 12 juta jiwa, namun oleh seluruh warga negara Indonesia (WNI) dari etnis lainnya.

    Konflik-konflik yang dipicu perbedaan etnis, seperti yang terjadi di masa lalu, diharapkan tidak pernah terjadi lagi di Tanah Air kita ini. Kemeriahan Imlek ini diharapkan bisa lebih memperkokoh kebhinekaan Indonesia, dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang besar. Selamat Tahun Baru Imlek. Gong Xi Fa Chai. (*)

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Penjelasaan BMKG, Terkait Cuaca Bandung Raya Panas
    BMKG : Puncak Musim hujan di Jabar Desember Hingga Januari 2020
    Resmi Jabat Dirut RSUD Al Ihsan, dr Dewi Diminta Selesaikan Semua Masalah
    Gubernur Ridwan Kamil Tawarkan Unisba Buka Kampus di Segitiga Rebana
    Kolam Renang di Gedung Pakuan Dinilai Sakiti Hati Rakyat, DPRD Bakal Panggil Ridwan Kami

    Editorial


    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Minggu (10/11/2019) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.