web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Tarif KA Lokal Bandung Mengalami Penyesuaian
    net

    Tarif KA Lokal Bandung Mengalami Penyesuaian

    JuaraNews, Bandung - Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 27 tahun 2017, maka tarif KA Lokal tidak lagi dihitung sebagai tarif parsial. Tapi dihitung menjadi tarif tunggal berdasar relasi dan nomor kereta.

    Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung Joni Martinus mengatakan, jika selama ini masyarakat menggunakan KA Lokal dengan tarif parsial berdasarkan jarak dan tujuan penumpang.

    Seperti contoh, jika membeli tiket dari Stasiun Cicalengka menuju Stasiun Bandung dengan jarak 27 kilometer maka akan dikenakan tarif Rp 4.000. Bila tujuannya melebihi Stasiun Bandung, misalnya sampai ke Stasiun Ciroyom dengan jarak 31 Km atau Stasiun Padalarang, maka tarifnya Rp 5.000. "Jadi kemarin itu perhitungannya berdasarkan jarak dan tujuan akhir,” ucapnya.

    Namun, mulai tanggal 7 Juli 2017, ketentuan tarif tersebut berubah. KA Lokal bersubsidi kini menerapkan single tarif berdasar relasi kereta api. Tarifnya menjadi sama semua yaitu Rp 5.000 kecuali untuk lima nomor kereta dengan keberangkatan awal dari Bandung menuju Cicalengka, Bandung menuju Padalarang, Kiaracondong menuju Cicalengka, dan dua KA keberangkatan Padalarang menuju Bandung. Di luar 5 KA tersebut, maka tarifnya menjadi sama semua yakni Rp 5.000.

    “Jadi mulai tanggal 7 Juli, di luar 5 nomor KA yaitu KA 352, 369, 342, 368, 386, semua tarifnya sama menjadi Rp 5.000. Jadi tidak ada kenaikan karena yang ada hanya penyesuaian,” tuturnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
     Polda Jabar OTT Pejabat yang Lakukan Pungli
     DPRD Jabar Dorong Reaktivasi Jalur Kereta Lama
    Atasi PKL dan Parkir Liar, Pemkot Gandeng Denpom
    Sopir Ngantuk, Fortuner Tabrak Toko Buku di Braga
    Museum Kota Bandung Segera Dibuka
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Pilwalkot Bandung 2018