web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Tak Terima Siswa RMP Sekolah Bakal Disanksi
    net

    Tak Terima Siswa RMP Sekolah Bakal Disanksi

    JuaraNews, Bandung – Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung akan memberikan sanksi kepada sekolah yang melanggar aturan. Itu berlaku bagi sekolah negeri dan swasta yang tidak menerima calon siswa jalur afirmasi Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) selama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

    “Jika ada sekolah yang melanggar aturan itu baik negeri atau swasta pasti akan kami sanksi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana, Jumat (7/7/2017).

    Sekolah swasta yang dimaksud di sini adalah sekolah swasta yang menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah, baik BOS dari pemerintah pusat maupun dana bantuan dari pemerintah kota.

    Namun hal tersebut tidak berlaku kepada sekolah swasta mandiri yang tidak mendapatkan dana dari  pemerintah. Menurutnya bukan hanya menolak siswa dari jalur afirmasi RMP, sekolah dan pegawai negeri terkait bahkan bisa terkena  sanksi bila ketahuan mengambil pungutan dari siswa, baik siswa RMP maupun siswa reguler.

    Untuk itu dirinya menekankan bahwa pihak sekolah tidak boleh mengambil pungutan sepeser pun dari siswa. "Apalagi negeri, SD SMP itu tidak boleh ada pungutan sama sekali. Bila kepala sekolahnya baru akan mendapatkan peringatan, sementara bila sudah pernah melakukan maka akan dapat sanksi PNS," kata dia. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Berita Lainnya
    Hanura Belum Putuskan Dukungan di Pilgub Jabar
    PT KAI Minta Masyarakat Waspadai Penipuan
    Megawati Minta Kader PDIP Meningkatkan Kekuatan
    Kodam III Siliwangi Latihan Pengamanan Tamu VVIP
    Persib Jamu Persija, Mobil Pelat B Dijamin Aman
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.