web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Di Sekolah, Siapa pun Dilarang Merokok
    net Gubernur Jabar Ahmad Heryawan

    Di Sekolah, Siapa pun Dilarang Merokok

    JuaraNews, Bandung - GUBERNUR Gubernur Jabar Ahmad Heryawan melarang siapapun, baik siswa maupun guru, bahkan kepala sekolah, merokok di lingkungan sekolah, terutama di SMA dan SMK yang berada di bawah kewenangan Pemprov Jabar.

    Aher pun mengimbau siapapun yang sebelumnya terbiasa merokok di sekolah, untuk segera menggantinya dengan kebiasaan menikmati kopi asli Jabar.

    "Daripada ngeroko, mending ngopi. Rokok itu penyebab nomor satu kematian. Tapi kalau kopi, kopi asli, kalau diminum dalam jangka panjang akan mencegah kanker dan mencegah alzheimer atau kepikunan. Ingat, kopinya harus asli yang digiling, bukan yang digunting," kata Aher dalam sambutannya pada acara halal bihalal bersama kepala SMA, SMK, MA, dan SLB, se-Bandung Raya, di SMAN 8 Bandung, Jalan Solontongan Kota Bandung, Rabu (5/7/2017).

    Aher pun mengingatkan untuk mengonsumsi kopi asli yang digiling segar dari bijinya, bukan kopi kemasan yang sudah mengandung terlalu banyak bahan campuran. Diimbau juga para pelajar dan guru ini untuk meminum kopi tanpa gula, supaya terhindar dari sejumlah penyakit akibat terlalu banyak mengonsumsi gula.

    "Silakan di sekolah sediakan kopi setiap hari, gantikan kebiasaan merokok. Tapi ingat, kopi asli Jawa Barat, yang tidak digunting, tapi digiling. Kalau mau merokok, di luar lingkungan sekolah saja. Karena sekolah adalah lingkungan terbebas dari rokok," ujarnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Berita Lainnya
    Wacana Pembentukan Sumedang Barat Menguat
    Mayat Misterius Ditemukan di Perkebunan Teh
    Rem Blong, Truk Seruduk Motor Ibu dan Anak Tewas
    Tersangkut Jaring Saat Melaut Nelayan Tewas
    Pedagang Tolak Tempati Pasar Modern Limbangan
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.