web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Si Melon Mahal, Bupati Garut Diminta Turun Tangan
    net

    Si Melon Mahal, Bupati Garut Diminta Turun Tangan

    JuaraNews, Garut – Harga gas elpiji 3 kg (si melon) di Kabupaten Garut terus merangkak naik. Terkait hal ini Bupati Garut diminta turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini agar masyarakat tidak dirugikan.

    Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk mengatur pendistribusian gas 3 kg. Namun Pemkab Garut berwenang untuk menentukan Harga Eceran Tertinggi (HET). 

    "Untuk HET itu kewenangannya ada di Kami. Tapi kewenangan untuk mengatur pola pendistribusian, baik dengan sistem terbuka atau sistem tertutup, tidak ada di kami," ucapnya, Senin (3/7/2017).

    Dia menegaskan Pemkab Garut, hanya memiliki kewenangan dalam pengawasan, mengatur zonasi serta menentukan Harga Eceran Tertinggi (HET). Sedangkan, untuk mengatur jumlah pangkalan dan jumlah kuota, itu merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Pertamina.

    Menurutnya tingginya harga gas bersubsidi di Kabupaten Garut ditengerai karena banyak digunakan oleh orang yang semestinya tidak boleh menggunakan gas 3 kg. HET saat ini mencapai Rp 16.000 - Rp 17.000 tetapi pada kenyataannya banyak pangkalan yang menjual hingga Rp 25.000. “Itu jelas melanggar tapi penerapan sanksinya tidak jelas yang dilakukan Hiswana Migas," tegasnya.

    Disinggung apakah ada pola yang salah dalam pendistribusiannya, dia mengatakan memang pola pendistribusian ada yang salah. Namun, itu juga mesti disesuaikan dengan Permen ESDM. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Berita Lainnya
    Suat Pemberhentian Sekda Jabar Dikirim ke Presiden
    Tak Setuju Angkutan Online Tukan Ojeg Demo ke DPRD
    Terkait Drajat, Bupati Dituding Melanggar Perda
     Tertangkap Tangan, Pencuri Hewan Nyaris Digebugi
    Warga Ciasem Subang Laporkan Kadesnya ke Kejaksaan
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.