web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Kapolda Jabar Digugat Orang Tua Calon Taruna Akpol
    net Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charlian

    Kapolda Jabar Digugat Orang Tua Calon Taruna Akpol

    JuaraNews, Bandung - Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charlian bakal dilaporkan ke Propam Mabes Polri oleh para orang tua calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) terkait kebijakannya dalam penerimaan taruna Akpol tahun ini.

    Dua kebijakan Kapolda, yakni melakukan pemeriksaan kesehatan (rikkes) ulang dan memprioritas putra daerah diprotes para orang tua calon taruna yang mengakibatkan anak-anak mereka tidak lulus untuk mengikuti pendidikan di Semarang.

    Warman yang juga seorang perwira menangah Polri yang anaknya tidak lolos menilai, kebijakan Kapolda Jabar tidak benar dan melukai hati para orang tua.

    "Kenapa Rikkes ulang dilakukan di pengujung seleksi bukannya di awal-awal. Kemudian, keputusan Kapolda soal putra daerah per tanggal 23 Juni 2017, beberapa hari sebelum sidang pengumuman calon taruna Akpol. Kenapa tidak di awal penerimaan diumumkan?" tegas Warman.

    Karena kebijakan tersebut, Warman meniat melaporlkannya ke Propam Mabes Polri. Dia juga menganjurkan orang tua yang anaknya menjadi korban kebijakan Kapolda Jabar untuk mengajukan gugatan ke PTUN. Menurutnya, hanya Polda Jabar yang menerapkan kebijakan putra daerah dan melakukan Rikkes ulang.

    Kemarahan orang tua peserta sendiri memuncak sesaat setelah Panitia Daerah Polda Jabar mengumumkan, kuota calon taruna Akpol yang akan dikirim ke Semarang, dibagi menjadi dua, putra daerah dan non-putra daerah. Pengumuman disampaikan di Aula Muryono Mapolda Jabar, Rabu (28/6/2017).

    Setelah diranking, dari 13 peserta putra daerah berhasil lolos 12 orang. Sedangkan nonputra daerah dari 22 peserta yang lolos untuk mengikuti seleksi tingkat pusat di Akpol Semarang 11 orang. Selain itu Polda Jabar pun meloloskan 4 calon Taruni Akpol (Polwan).

    Mengetahui, anaknya tidak lolos akibat kebijakan Kapolda melakukan Rikkes ulang dan penerapan putra daerah, spontan para orangtua berteriak-teriak memprotes. Menurut mereka, keluarnya kebijakan Kapolda yang mendadak menimbulkan ketidakadilan.

    Sebelum ditetapkan prioritas putra daerah, anak mereka berada dalam ranking urutan kecil dan sangat berpeluang lolos. Namun setelah ada kebijakan putera dan nonputra daerah, ranking anak mereka turun dan tidak berhasil masuk dalam kuota taruna Akpol yang akan dikirim ke Semarang.

    "Saya akan berjuang sampai titik darah penghabisan untuk anak saya. Kalau saja nilai anak-anak putra daerah lebih tinggi, saya tidak apa-apa. Tapi yang terjadi sekarang, mereka yang lolos dikirim ke Semarang nilainya di bawah nilai anak-anak kami," teriak Ny Nani, salah satu orang tua calon taruna.

    Ny Nani engaku sudah 12 tahun tinggal di Bandung, mengikuti suami yang berdinas di TNI. Dia merasa sudah menjadi orang Sunda, tapi anaknya tidak lolos karena dianggpa orang Sunda.

    "Copot tuh gambar Garuda Pancasila, di sana tertulis Bhineka Tunggal Ika. Polda Jabar sudah tidak mengakui arti kebhinekaan," katanya.

    Menanggapi ancaman para orang tua tersebut, Irwasda Polda Jabar Kombes Pol Rusli Hedyaman, selaku koordinator pengawasan dan pemimpin dalam sidang pengumuman calon taruna menjelaskan, penerapan peraturan putra daerah dan nonputra daerah oleh Kapolda Jabar berdasarkan Wanjak Kapolda dengan jajaran pejabat utama. Hal itu s udah dikonsultasikan dengan Mabes Polri.

    "Silakan, Kapolda Jabar sudah mengonsultasikan hal ini. Beliau sudah menyatakan siap bertanggung jawab atas kebijakan yang diambilnya," jelas Rusli. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Tiap Tahun, Pemprov Jabar Perbaiki 20 Ribu Rumah
    27,77 Juta Orang Masih di Bawah Garis Kemiskinan
    BIJB Kertajati Jadi Pusat Angkutan Logistik
    Jabar Siaga Darurat Bencana Banjir dan Longsor
    Kemenko PMK Kenalkan Sisnas Pemantauan Kekerasan
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Jumat (10/11/2017) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.

      Advertisement On Google