web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

  • Fokus Seorang Pemimpin
    Fokus Seorang Pemimpin

    MENJADI pemimpin adalah kesempatan berharga karena tidak semua orang berkesempatan menjadi pemimpin dalam suatu entitas bisnis.

    Buni Yani Punya Bukti tak Edit Video Ahok
    net Buni Yani saat menjalani sidang

    Buni Yani Punya Bukti tak Edit Video Ahok

    JuaraNews, Bandung - Aldwin Rahadian, penasihat hukum Buni Yani, terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU No 11/ tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), menganggap banyak kekeliruan dalam perkara kliennya.

    Salah satunya soal dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang menggunakan Pasal 32 ayat (1) UU ITE 2008.

    "Mulai proses penyelidikan, penyidikan, Pak Buni diperiksa di BAP, saksi fakta diperiksa di BAP, ahli-ahli diperiksa, tidak ada menyangkut Pasal 32 ayat (1) ini. Tiba-tiba muncul di berkas perkara (dakwaan)," kata Aldwin kepada wartawan seusai sidang di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung, Selasa (20/6/2017).

    Dalam eksepsinya, kuasa hukum Buni Yani menjelaskan, adanya pasal itu dalam dakwaan jaksa merupakan pelanggaran. "Karena itu, bisa membatalkan dakwaan," tandasnya.

    Dia mengklaim memiliki bukti bahwa kliennya tidak menyunting video saat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berkunjung ke Kepulauan Seribu. "Kami berharap majelis hakim yang terhormat ini sebagai pemutus dan yang mengadili perkara ini mengabulkan apa yang menjadi nota keberatan kami," kata Aldwin.

    Pendapat serupa disampaikan Buni Yani. Dia mengaku memiliki bukti bahwa dirinya tidak mengedit video saat Ahok yang berisi penyataan soal surat Al Maidah saat melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. Bukti tersebut, kata Buni, ada dalam folder unduhan di ponselnya yang saat ini disita.

    "Bagaimana saya membuktikan tidak memotong? Ketika saya mengambil dari 'Media NKRI' saya download file-nya dan file langsung ke folder 'download'," ungkap Buni kepada wartawan seusai sidang.

    Buni mengaku hanya mengunggah ulang video yang sebelumnya telah dipublikasikan oleh 'Media NKRI'. "Dalam handphone saya, tidak ada aplikasi atau software untuk melakukan editing, memotong segala macam, tapi saya dituduh memotong, makannya saya dikenakan Pasal 32," tandasnya.

    Sebelumnya, pada sidang perdana, JPU mendakwa Buni Yani dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2), dan Pasal 32 ayat (1) juncto Pasal 48 ayat (1) UU ITE. Atas dakwaan tersebut, Bunj Yani terancam hukuman delapan tahun penjara. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    KPK Panggil 6 Saksi Penyidikan Korupsi Abubakar
    Pemkot Bandung Jamin Layanan Publik Tetap Maksimal
    Jelang Ramadan, Pemkot Gelar Operasi Praja Wibawa
    Kota Bandung Optimistis Kembali Raih Adipura
    GIM Deklasikan Aher sebagai Calon Presiden 2019
    Berita Terdahulu

    Info Kota

    Pilwalkot Bandung 2018

    Editorial

    • Marhaban Ya Ramadan
      Marhaban Ya Ramadan

      DATANGNYA bulan suci Ramadan ini begitu istimewa bagi kaum muslimin. Banyak makna yang terdapat di Bulan Puasa ini.