web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Rebutan Air, Mertua Cangkul Menantu hingga Tewas
    net

    Rebutan Air, Mertua Cangkul Menantu hingga Tewas

    JuaraNews, Tasikmalaya - Akibat rebutan air untuk mengairi sawah Hapidin (40) tewas karena dibacok dengan menggunakan cangkul oleh mertuanya sendiri yang bernama Buloh (56). Mereka adalah sesama warga Sumelap, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.

    Korban sempat dilarikan ke RSUD dr Soekardjo untuk mendapatkan perawatan. Namun akibat luka parah yang diderita akhirnya korban menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit tersebut.

    Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Adi Nugraha mengatakan, korban Hapidin (40) saat itu cekcok dengan pelaku Buloh (58) yakni mertuanya sendiri terkait aliran air irigasi. Saat itu pelaku sedang membetulkan aliran air di sawah miliknya di kawasan Sumelap Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya, Selasa (5/6/2017).

    Pada saat Hapidin menanyakan aliran air yang sedang dibetulkan oleh mertuanya, bukannya jawaban melainkan pelaku malah mencangkul korban Hapidin tepat pada bagian kepala. Korban seketika roboh akibat luka parah, hingga korban dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan bantuan medis dan meninggal beberapa jam kemudian.

    "Pelaku penganiayaa ini dijerat dengan pasal 351KUHPidana dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun," ucapnya seraya menambahkan selain mengamankan pelaku petugas juga mengamankan barang bukti sebuah cangkul yang digunakan untuk membacok korban. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jabar Diguncang Gempa, Warga Diimbau Jauhi Pantai
    Menko PMK Minta Penyusunan Buku Dicek dan Ricek
    Jangan Bebani Pasien Darurat dengan Administrasi
    SKB Program padat Karya Ditandatangani 15 Desember
    RS Siap Tangani Lonjakan Pasien KLB Difteri
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google