web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Bergeun, Desa Yang Tak Boleh Dipotret

    Bergeun, Desa Yang Tak Boleh Dipotret

    JuaraNews – Banyak desa unik di dunia. Tak hanya di Indonesia, desa-desa unik juga ditemukan di luar negeri, Swiss salah satunya. Dibandingkan orang Eropa umumnya, orang Swiss agak tertutup terhadap orang luar.

    Ketertutupan orang Swiss setidaknya diwakili oleh warga Desa Bergeun. Pemerintah desa di lereng gunung Alpen ini, melarang orang asing untuk mengambil foto desa tersebut. Aturan ini muncul setelah para perangkat desa berpenduduk 479 orang ini menggelar rapat.

    Alasan larangan itu, selain tak ingin wisatawan yang datang ke desa di ketinggi 1.367 meter di atas permukaan laut (MDPL) itu merusak keasriannya, warga Desa Bergeun pun tak ingin orang lain iri hati dengan keindahan tempat tinggal mereka.

    Papan larangan memotret terpasang di beberapa sudut desa, terutama jalan masuk. Bahkan pemerintah desa menugaskan sejumlah orang sebagai polisi desa atau civila guardia untuk mencegah orang mengambil foto. Orang yang melanggar larangan itu akan didenda 5 Swiss Franch atau sekitar Rp65.000. “Kami berharap aturan ini ditaati. Kalau tidak ya harus bayar denda,“ kata Kepala Desa Berguen Peter Nicolay.

    Berguen adalah desa kecil di lereng pegunungan Alpen yang berada di provinsi Graubunden, Swiss Tenggara. Provinsi terbesar di Swiss ini terkenal dengan wisata alamnya, khususnya ski di musim dingin dan hiking di musim panas. Mata pencarian warga Berguen juga tak jauh jauh dari urusan turisme. Ketika salju turun, mereka umumnya tersedot ke sektor wisata ski, saat musim panas datang, mereka kembali menjadi petani.

    Larangan mengambil foto Desa Bergeun itu justru diprotes oleh masyarakat Swiss. Menurut mereka, ketertutupan warga Bergeun terlalu berlebihan di era digital saat ini. “Kalau saya lewat desa itu, saya tetap akan memfoto dan mempostingnya dengan tulisan, inilah desa yang tidak ramah itu. Jangan pernah kemari,“ kata salah seorang warga Swiss.

    Pakar turisme Fidel Stohlkerl menilai, aturan tentang larangan memotret Desa Bergeun terlalu berlebihan. Jika bertujuan untuk menarik perhatian dunia dan menggaet turis datang, tentu kebijakan itu salah kaprah.

    Sebab, menurut Fidel, turis akan datang jika terkesan dengan keramahan dan pelayanan memuaskan selama mereka berwisata ke Bergeun. “Aturan itu salah kaprah. Lebih baik mereka meningkatkan pelayanan kepada turis dibanding membuat kebijakan aneh-aneh,” kata Fidel.

    Menurut Fidel, wajar jika Swiss kurang diliris turis saat musim dingin dan panas, sebab selain karena mata uang Swiss Franck bernilai tinggi, pelayanan di tempat-tempat wisata kurang memuaskan. Orang Swiss pun tak ramah kepada pelancong. Tak heran, selama musim dingin dan panas, mereka lebih memilih ke Austria atau Italia. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Kasus Unik. Keledai Makan McLaren 650S Spider
    Sedang Foto Pernikahan, Pria Ini Tolong Anak-anak
    Robot Kecoa Bantu Manusia saat Bencana
    Lihat Penampakan, Dua Anjing Ketakutan
    Kota Kuno Qalatga Darband Ditemukan
    Berita Terdahulu

    Editorial