web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Banjir Bandang Garut Sebabkan 419 Rumah Terendam
    net

    Banjir Bandang Garut Sebabkan 419 Rumah Terendam

    JuaraNews, Garut - Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Garut Senin (5/6/2017) mengakibatkan sebanyak 419 rumah terkena dampaknya. Data itu berdasarkan data yang masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut hingga Rabu (7/6/2017).

    “Ada 419 rumah dengan jumlah warga 1.705 jiwa yang terdampak bencana banjir bandang di Kecamatan Tarogong Kidul ini,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Dadi Djakaria, Rabu (7/6/2017).

    Dadi menyebutkan bencana banjir bandang itu melanda permukiman penduduk areal pertanian di Kecamatan Tarogong Kidul dan Tarogong Kaler. Dampak banjir di Kecamatan Tarogong Kidul tercatat dua unit rumah rusak berat dan dua unit rumah rusak sedang.

    Selain rumah, terdapat kerusakan infrastruktur seperti jembatan alternatif penghubung Desa Tarogong dengan Kelurahan Pataruman rusak berat. Kemudian Jalan Kalidung Bojongkaliki rusak berat, Tembok Penahan Tanah (TPT) Desa Tarogong jebol, benteng Kampus STIE Yasa Anggana ambruk, dan benteng Kelurahan Sukagalih sepanjang lima meter ambruk.
    “Selain itu infrastruktur lain yang juga rusak yakni drainase dan irigasi pemukiman Cijati Asri II di Kelurahan Jayawaras,” ucapnya.

    Terkait nilai kerugian materi akibat banjir bandang itu pihaknya belum dapat menghitungnya karena masih dalam pendataan lebih lanjut. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Kapolda Jabar Digugat Orang Tua Calon Taruna Akpol
    Zakat Warga Jabar mencapai Rp236 Miliar
    Aher Imbau Warga Jabar Budayakan Sedekah
    Selama Ramadan dan Lebaran, Jabar Kondusif
    Idul Fitri 2017 Jatuh pada Minggu (25/6/2017)
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.