web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Makan Sampah Plastik Rusa di Pangandaran Mati
    net

    Makan Sampah Plastik Rusa di Pangandaran Mati

    JuaraNews, Pangandaran - Diduga karena mengonsumsi sampah plastik seekor rusa yang ada di Cagar Alam Kabupaten Pangandaran mati.

    “Setelah dilakukan pembedahan oleh dokter hewan ternyata di dalam perutnya ada plastik sampah,” terang Petugas Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Pangandaran Ona Noerwana, Selasa (6/62017).

    Menurutnya kawanan rusa yang keluar dari area cagar alam untuk berkeliaran di kawasan Pantai Pangandaran, belakangan memang semakin sering dijumpai. Saat berada di luar area cagar alam mereka kerap mamakan sampah sisa-sisa makanan manusia.

    Pihak BKSDA Pangandaran selaku otoritas pengelola Cagar Alam Pangandaran mengaku kesulitan menangani rusa yang ada di bawah naungan mereka.  Ada beberapa faktor penyebab merangseknya hewan-hewan ini ke kawasan pantai dan permukiman warga.

    Penyebab utama adalah karena faktor perubahan perilaku rusa akibat terlalu intens berinteaksi dengan manusia. Tak sedikit pengunjung cagar alam yang memberi makanan manusia kepada hewan-hewan tersebut.

    Menghadapi kondisi ini, pihaknya bukannya berpangku tangan. Berbagai upaya telah dilakukan. Mulai dari menghalau hewan tersebut kembali ke hutan cagar alam setiap sore hari, sampai memperbaiki padang rumput mereka.

    “Kami berupaya agar padang rumput rusa-rusa ini terus bertambah agar mereka tidak mencari makanan ke luar wilayah,” imbuhnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Berita Lainnya
    Wacana Pembentukan Sumedang Barat Menguat
    Mayat Misterius Ditemukan di Perkebunan Teh
    Rem Blong, Truk Seruduk Motor Ibu dan Anak Tewas
    Tersangkut Jaring Saat Melaut Nelayan Tewas
    Pedagang Tolak Tempati Pasar Modern Limbangan
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.