web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Pelaku Teror Bom Gereja Cimahi Diperiksa Intensif
    net

    Pelaku Teror Bom Gereja Cimahi Diperiksa Intensif

    JuaraNews, Cimahi - Polisi berhasil menangkap pelaku teror bom dalam kardus yang disimpan di pos jaga GPIB Imanuel Cimahi. Pelaku yang berinisial D (42) itu kini masih dimintai keterangan. Alasan kondisi kesehatan jiwa yang terganggu perlu dipastikan lewat pemeriksaan medis.

    "Pemeriksaan kepada pelaku masih kami lakukan. Jika nantinya ditemukan pidana maka akan kami proses sesuai hukum yang berlaku," ucap Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, Selasa (6/6/2017).  

    Pihak keluarga sempat mengajukan  kepada polisi agar pelaku dilepaskan dengan alasan kesehatan jiwa terganggu. Naun hal tersebut lumrah dilakukan pihak keluarga. "Bila tersangka dinyatakan stress, kita akan memastikan dengan menggunakan dokter ahli jiwa," sambungnya.

    Kasatreskrim Polres Cimahi Niko N. Adi Putra menambahkan, pihaknya mengamankan pelaku D dalam rangka pembuktian. Sejauh ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan dan alat bukti. "Masih kita kumpulkan alat bukti, dilihat lagi nanti dan sejauh ini belum ada tersangka lain,” kata dia.

    Seperti diketahui teror bom dialami oleh pihak Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat Padalarang Imanuel Cimahi di Jalan Pasir Kumeli No. 149A RT 4 RW 21 Kel. Baros Kec. Cimahi Tengah Kota Cimahi, Senin (5/6/2017). Sebuah kotak dus dibungkus koran mencurigakan dengan amlop bertuliskan "Baca : Awas Boom" sempat membuat geger. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Berita Lainnya
    Parkir Sembarangan, Sejumlah Mobil Ditertibkan d
    Ditolak Guru, Rotasi Disdik Kota Cimahi Batal
    Di Pasar Tradisional di Cimahi Garam Sulit Dicari
    Persoalan PMKS di Kota Cimahi Masih Tinggi
    Cimahi Diiberi Kuota Angkutan Online 338 Kendaraan
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.