web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Tiga PNS Pemalsu Akta Kelahiran Diciduk Polisi
    net

    Tiga PNS Pemalsu Akta Kelahiran Diciduk Polisi

    JuaraNews, Tasikmalaya –Tiga pelaku pembuat akta kelahiran palsu diamankan oleh petugas Polsek Tamansari Polres Kota Tasikmalaya. Ketiganya adalah Acep Aop, Yayan, serta Wahid yang tercatat sebagai PNS di Kelurahan Tamansari (Kecamatan Tamansari) dan Kelurahan Awipari (Kecamatan Cibereum).

    Praktik pembuatan akta palsu tersebut sudah terjadi sejak 2005 lalu. Korbannya rata-rata warga yang jauh dari akses transportasi dan tidak memiliki surat nikah sebagai syarat pengajuan akta kelahiran ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tasikmalaya.

    Salah seorang korban dari Kampung Situhiang Maskilah (37) mengatakan, dia mengetahui praktik pembuatan akta oleh Acep Aop, sekitar tahun 2015. Dirinya meminta pertolongan Aop untuk membuatkan akta kelahiran untuk ketiga anaknya, Neni Nur Aeni (17), Yanti Herawati (12), dan Indra Maulana (2). Jasa pembuatan akta dipatok dengan harga Rp 100.000-Rp 150.000.

    “Saya percaya karena dia itu kerja di kelurahan. Apalagi pembuatannya juga cepat karena hanya satu minggu,” ucapnya, Minggu (4/6/2017).

    Kepala Polsek Tamansari Dani Prasetya mengungkapkan, penangkapan tiga PNS tersebut bermula atas laporan masyarakat atas dugaan akta palsu di Kampung Situhiang, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari. Kemudian pihaknya langsung melakukan penyelidikan atas dugaan akta kelahiran palsu tersebut.

    “Akta kelahiran palsu diketahui setelah warga mendaftarkan anaknya ke sekolah. Dari pengakuan pelaku, mereka melakukan praktik ini sejak 2011. Modusnya memang mencari warga yang tidak punya surat nikah dan belum buat akta," tuturnya.

    Saat beraksi Aa kemudian mengajak dua rekannya W dan Y. Bahkan pembuatan akta kelahiran palsu dilakukan di warnet di Tamansari dengan melihat contoh akta kelahiran di internet, ada juga akta yang di scan, kemudian di edit, lalu di print. Agar tidak ketahuan palsu akta itu dilaminating. “Tiga PNS tersebut dikenakan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuman penjara di bawah lima tahun," ucapnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Zakat Warga Jabar mencapai Rp236 Miliar
    Aher Imbau Warga Jabar Budayakan Sedekah
    Selama Ramadan dan Lebaran, Jabar Kondusif
    Idul Fitri 2017 Jatuh pada Minggu (25/6/2017)
    Meresahkan, Puluhan Juru Parkir Liar Diamankan
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.