web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Duarrr, Gas 3 Kg Meledak Satu Warga Tewas
    net

    Duarrr, Gas 3 Kg Meledak Satu Warga Tewas

    JuaraNews, Sukabumi - Ledakan tabung gas elpiji 3 kg di Kampung Cibolang, Desa Mangkalaya, kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi menyebabkan seorang warga tewas, Kamis (1/6/2017). Korban diketahui bernama Enan (48) yang menghembuskan nafas terakhirnya setelah tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamsudin berusaha memberikan penanganan medis.

    Korban mengalami luka bakar disekujur tubuhnya.  Peristiwa tersebut selain merengut jiwa Enan. Juga melukai istrinya Oneng (41) yang kini masih berbaring di ICU karena mengalami  bakar luka serius. “Dokter mengatakan korban meninggal akibat luka bakar lebih dari 90%,” kata Adik korban Sumiati.

    Dia mengungkapkan, kejadian itu terjadi saat kakaknya hendak menyalakan kompor. Sementara istrinya tengah berada didalam kamar mandi. Istrinya sempat melarang korban untuk menyalakan kompor karena tercium bau gas cukup menyengat.  Tapi karena suaranya tidak jelas, korban tetap menyalakan kompor gas dan akhirnya meledak.

    “Api menyebar di sekitar dapur hingga sampai ke kamar mandi sehingga istri kakak saya juga ikut mengalami luka bakar,” terangnya.

    Kini jasad kakaknya telah dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan tidak jauh dari rumahnya. Sementara istrinya masih berbaring di rumah sakit karena luka serius pada sekujur tubuhnya. Korban masih tidak sadar diri  dan dirawat diruang ICU dan belum diberitahu jika suaminya sudah meninggal dunia. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Zakat Warga Jabar mencapai Rp236 Miliar
    Aher Imbau Warga Jabar Budayakan Sedekah
    Selama Ramadan dan Lebaran, Jabar Kondusif
    Idul Fitri 2017 Jatuh pada Minggu (25/6/2017)
    Meresahkan, Puluhan Juru Parkir Liar Diamankan
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.