web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Nenek Moyang Manusia Hobit dari Afrika

    Nenek Moyang Manusia Hobit dari Afrika

     

    JuaraNews – Teka-teki tentang asal muasal manusia kerdil alias hobit, Homo Floresiensis akhirnya terkuak. Nenek moyang manusia hobit yang tinggal di Indonesia itu ternyata berasal dari Afrika.

    Semula sebagian besar ilmuwan meyakini, manusia Hobit yang masih hidup di Flores, Nusa Tenggara Timur  (NTT) itu, merupakan keturunan Homo Erectus. Namun setelah ditemukan kerangka paling utuh Hobit, akhirnya ilmuwan yakin bahwa manusia Hobit berevolusi nenek moyang mereka dari Afrika, Homo Habilis.

    Analisis statistik lebih lanjut menunjukkan bahwa spesies hobbit menyimpang dari garis keturunan Homo Habilis sekitar 1,75 juta tahun lalu. Mungkin Homo Floresiensis berkembang di Afrika dan bermigrasi. Atau nenek moyang sama yang pindah dari Afrika kemudian berkembang menjadi Homo Floresiensis di suatu tempat.

    Sedangkan Homo Floresiensis dan Homo Erectus memiliki garis keturunan terpisah. Homo Erectus adalah satu-satunya spesies hominid yang ditemukan di beberapa kepulauan di Indonesia. Tim periset membandingkan tengkorak, rahang, gigi, lengan, kaki, dan bahu hobit dengan Homo Erectus. Mereka menerbitkan hasil studi mereka dalam Journal of Human Evolution.

    “Kami menemukan antara Homo Floriensis dengan Homo Erectus, tak ada hubungan kekerabatan apapun. Semua fakta yang kami peroleh  tak mendukung. Homo Floresiensis justru berkerabat dekat dengan Homo habilis. Artinya, kedua fosil ini memiliki nenek moyang sama,” kata kata Debbie Argue, arkeolog Australian National University 

    Para ilmuwan memperkirakan manusia Hobit Indonesia tiba di Pulau Flores sekitar 100.000 tahun lalu, berlayar dengan rakit, dan bertahan hanya sampai 54.000 tahun silam. Namun keturunan manusia hobit ini masih hidup sampai sekarang di Pulau Flores.

    Keberadaan manusia kerdil itu diketahui sejak 2001. Ilmuwan menemukan sembilan kerangka manusia hobit di Gua Liang Bua, Pulau Flores. Postur kerangka paling tinggi 100 sentimeter (cm) atau sepinggang manusia moderen.

    Para pakar antropologi dari Australia dan Indonesia menduga, manusia Hobit hidup pada 94.000 hingga 13.000 tahun lalu.  Di dalam Liang Bua juga ditemukan kerangka mamalia Stegodon, biawak, dan tikus besar.Selain itu, ditemukan pula alat-alat batu seperti pisau, beliung, mata panah, dan arang.

    Ciri-ciri manusia Hobit adalah tengkorak panjang, rendah, berukuran kecil, dan volume otak 380 cc. Kapasitas cranial tersebut berada jauh di bawah Homo Erectus 1.000 cc dan Homo Sapiens 1.400 cc. Otak Homo Floriensis setara dengan volume otak simpanse 380 cc. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Berita Lainnya
    Suami Paksa Aborsi 4 Kali, Istri Tewas
    Pelari Ini Menang Adu Cepat Lawan Jet Tempur
    Gara-gara Meme, Winnie the Pooh Disensor
    Perempuan Ini Hancurkan Karya Seni Rp2,6 M
    Dunia Berlomba Buat Kapal Kargo Otonom
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.