web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Awasi Keuangan Desa, Inspektorat Kurang Auditor
    net

    Awasi Keuangan Desa, Inspektorat Kurang Auditor

    JuaraNews, Pangandaran – Inspektorat Kabupaten Pangandaran saat ini terus melakukan pengawasan secara langsung terhadap pelaksanaan penyelengaraan keuangan desa. Hal ini agar dapat meminimalisasi terjadinya penyimpangan terhadap anggaran sebesar Rp 1 miliar/desa yang dapat berdampak kepada pelanggaran hukum.

    Kepala Inspektorat Kabupaten Pangandaran Ade Supriatna mengatakan Sumber Daya Manusia (SDM) di pemerintah desa masih perlu pembinaan. Sehingga besarnya anggaran ini jika tidak dikelola dengan baik bisa jadi bumerang.

    "Besarnya anggaran ini menjadikan dua sisi yang bisa positif tapi juga sebaliknya. Untuk itu secara intensif kami akan terus melakukan pengawasan secara langsung ke setiap desa supaya tidak ada kesalahan yang berakibat pada pelanggaran hukum," jelasnya, Senin (29/5/2017).

    Akan tetapi, pada pelaksanaan di lapangan pihaknya menghadapi kendala yang cukup berat. Yakni kekurangan SDM auditor independen yang memiliki kemampuan khusus dalam bidang pengawasan pengelolaan keuangan.

    Pihaknya hanya memiliki 4 orang auditor yang membawahi lebih dari puluhan lembaga yang tersebar di seluruh Pangandaran. Untuk ukuran Kabupaten Pangandaran semestinya memiliki 40 orang auditor yang memiliki kemampuan pengawasan.

    “Terbatasnya jumlah auditor membuat pengawasan yang dilakukan inspektorat harus diakui masih belum maksimal,” ucapnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Zakat Warga Jabar mencapai Rp236 Miliar
    Aher Imbau Warga Jabar Budayakan Sedekah
    Selama Ramadan dan Lebaran, Jabar Kondusif
    Idul Fitri 2017 Jatuh pada Minggu (25/6/2017)
    Meresahkan, Puluhan Juru Parkir Liar Diamankan
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.