web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Puasa, Satu Jalur Pendakian ke Ciremai Ditutup
    net

    Puasa, Satu Jalur Pendakian ke Ciremai Ditutup

    JuaraNews, Kuningan – Selama bulan Ramadan, jalur  pendakian Gunung Ciremai melalui Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kabupaten Kuningan, ditutup total. Penutupan jalur itu dilakukan atas kesepakatan internal kelompok PPGC Palutungan.

    “Penutupan satu jalur pendakian ini sudah menjadi kesepakatan bersama,” terang Ketua Pengelola Pendakian Gunung Ciremai Jalur Palutungan Diding Sukmana, Minggu (28/5/2017).

    Anggota PPGC Palutungan Endun Abdullah dan Arip mengakui jika alasann penutupan itu semata-mata untuk kemananan. Pertimbangannya dalam bulan puasa, mungkin pengawasan dan pelayanan dari pihaknya tidak akan maksimal sehingga hal tersebut harus diantisipasi.

    Menurutnya penutupan jalur itu hanya sampai hari H lebaran Idul Fitri. Setelah itu maka jalur pendakian akan kembali dibuka seperti biasa. Setiap harinya jalur pendakian ke gunung berapi teringgi di Jawa Barat ini memang tidak pernah sepi tak terkecuali pada bulan puasa.

    Pendaki bisa mengakses puncak Gunung Ciremai yang berketinggian sekitar 3.078 meter di atas permukaaan laut itu melalui empat jalur pendakian. Tiga jalur pendakian di wilayah Kabupaten Kuningan dan satu jalur di Kabupaten Majalengka

    Ketiga jalur pendakian dikabupaten Kuningan terdiri atas Jalur Palutungan di Kecamatan Cigugur, serta dua jalur di Kecamatan Cilimus. Jalur Linggarjati di Desa Linggajati dan Jalur Linggasana di Desa Linggasana. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Kapolda Jabar Digugat Orang Tua Calon Taruna Akpol
    Zakat Warga Jabar mencapai Rp236 Miliar
    Aher Imbau Warga Jabar Budayakan Sedekah
    Selama Ramadan dan Lebaran, Jabar Kondusif
    Idul Fitri 2017 Jatuh pada Minggu (25/6/2017)
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.