ultah bandung

Hot News


Inspirasi


    Korban Tewas Bom Kampung Melayu jadi 5 Orang
    net Warga padati lokasi ledakan bom di Kampung Melay

    Korban Tewas Bom Kampung Melayu jadi 5 Orang

    JuaraNews, Jakarta - Korban tewas akibat ledakan bom bunuh diri di kawasan Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) malam, bertambah menjadi 5 orang.

    Sebelumnya, diberitakan 3 orang menjadi korban 2 ledakan bom, yakni seorang anggota Polri bernama Brigadir Taufan, terduga pelaku yang identitasnya masih diselidiki polisi, serta seorang warga sipil yang diduga merupakan penjaga toilet. 

    Bom pertama meledak di dekat toilet sekitar pukul 20.58 WIB, dan ledakan kedua di depan pintu halte sekitar pukul 21.05 WIB, Rabu (24/5/2016).

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, total korban tewas akibat bom di Kampung Melayu sebanyak 5 orang. Rinciannya, 2 korban diduga pelaku dan 3 orang lainnya anggota Polri. Dua anggota Polri yang turut tewas, yakni Bripka Ridho dan Bripka Adinata.

    "Saya nyatakan duka cita mendalam, ternyata 3 anggota polisi yang gugur," kata Setyo kepada wartawan di Kampung Melayu, Jaktim, Kamis (25/4/2017) diri hari.

    Selain 5 korban jiwa, terdapat juga korban luka-luka yang berjumlah sepuluh orang, yaitu 5 anggota polisi dan 5 warga sipil. Anggota Polri yang jadi korban sedang melakukan pengamanan rencana pawai obor jelang Ramadan. Para korban luka dirawat di beberapa rumah sakit, di antaranya RS Hermina, RS Budi Asih, dan RS Polri. Sedangkan korban tewas dibawa ke RS Polri

    "Dipastikan pelaku 2 orang laki-laki. Tadi saya katakan ada 2 ledakan dan hasil olah TKP memang ditemukan memang ada 2 pelaku bom bunuh diri," ujar Setyo.

    Polisi sendiri masih melacak identitas 2 pelaku. Kepastian identitas pelaku akan dilakukan melalui pengambilan data antemortem dan post mortem. Terkait identitas 1 pelaku yang beredar di dunia maya, yakni atas nama Vicky Kurnianto yang didasarkan pada nama di KTP dan SIM, polisi menyatakan informasi tersebut tidak benar.

    Pasalnya, setelah ditelusuri ke alamat yang tertera di KTP dan SIM tersebut, Vicky ternyata masih hidup. Dan berdasarkan pemeriksaan, Vicky tidak terkait dengan aksi bom bunuh di Kampung Melayu tersebut. Vikcy mengaku KTP dan SIM-nya telah hilang pada 18 Mei lalu. Hal tersebut dibuktikan dengan laporan Vicky kepada pihak Kepolisian setempat.

    Polisi sendiri menduga para teroris tersebut sengaja menyasar anggota Polri yang malam itu tengah bertugas. Sedangkan soal bom yang digunakan, jenisnya ada kesamaan dengan penemuan bom panci di Taman Pandawa Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

    “Bom yang digunakan jenis bom panci yang diledakan secara manual dengan menekan tombol detonator. Pelaku memasukan gotri di dalam panci untuk menyebabkan efek kerusakan. Kami juga menemukan bekas resi pembelian panci baru di daerah Padalarang,” papar Setyo. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Bawaslu Jabar Temukan Perbedaan Data Pemilih Pilkada Serentak 2020
    Dampak PSBB Jakarta, PHRI Sebut Okupansi Hotel di Pangandaran Turun
    Kemendikbud Terbitkan Juknis Bantuan Kuota Internet
    Kunjungan Kerja di Tengah Pandemi Covid-19, Ridwan Kamil Bagi-bagi Sembako dan Maskara
    Solidaritas Kuota PSI Jawa Barat untuk Anak Didik Mulai Tahun Ajaran Baru 2020/2021
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads