Baru 12.800 Anak di Banjar yang Bisa Dapat KIA
net

Baru 12.800 Anak di Banjar yang Bisa Dapat KIA

JuaraNews, Banjar – Dari total sebanyak 53.601 anak di Kota Banjar baru 12.800 yang bisa mendapatkan Kartu Identitas Anak (KIA). Kondisi itu terjadi akibat keterbatasan blanko sehingga pembuatan KIA harus dilakukan secara bertahap.

"Di Banjar ini yang terdata ada 53.601 anak namun tidak semuanya langsung bisa melakukan pencetakan KIA ini akibat ketersediaan blanko yang terbatas,” kata Kepala Seksi Pindah Datang dan Pendataan Disdukcapil Kota Banjar Iwan Kustiawan, Jumat (19/5/2017).

Dia menjelaskan anak mulai dari yang baru lahir hingga berusia 17 tahun kurang sehari harus memiliki kartu identitas anak. Hal itu sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat dan berlaku secara nasional.

Kota Banjar merupakan salah satu wilayah yang ditunjuk untuk pelaksanaan program KIA. Salah satu alasan penunjukkan itu berkenaan dengan keberhasilan dalam penerapan sistem data kependudukan dimana pembuatan e-KTP, pembuatan KIA, di Kota banjar ini tidak diungut biaya.

"KIA ini tidak sekadar kartu identitas, maupun melengkapi persyaratan administrasi seperti membuat tabungan dan lainnya. Akan tetapi, juga memberikan pemenuhan hak anak, dalam hal pendidikan, hak akses kesehatan dan hak perlindungan," terangnya.

Sementara itu Kasubdit Identitas Penduduk dan Pencatatan Ditjen Disdukcapil Kementerian Dalam negeri Triatmanto mengatakan saat ini anak baru lahir juga sudah harus memiliki KIA. Sesuai aturan ada dua golongan umur yakni usia 0-5 tahun mendapat KIA tanpa disertakan foto. Berikutnya usia 6-7 kurang 1 hari juga berhak memiliki KIA yang sudah disertakan foto diri yang bersangkutan. "KIA ini banyak manfaatnya, termasuk dalam memberikan perlindungan terhadap anak," ucapnya.

Menurutnya pembuatan KIA yang merupakan salah satu program Presiden Joko Widodo, sudah mulai dilaksanakan sejak Tahun 2016. Sebanyak 28 kabupaten dan kota menjadi percontohan dalam pembuatan KIA. Sedangkan Tahun 2017, hanya 50 kabuaten dan kota yang dipilih. (*)

yan

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Pempov Jabar Terus Matangkan Opsi Lockdown Wilayah
Pemprov Jabar Siapkan BPSDM Jadi Pusat Isolasi Mandiri COVID-19
Soal Larangan Mudik, Gubernur Jabar Diminta Lebih Tegas Lagi
Anggota KPU Evi Novida Ginting Diberhentikan tak Hormat
Nekad Mudik Bisa Langsung Dicap ODP Corona

Editorial