web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Pedang Berusia 2.500 Milik Raja Goujian

    Pedang Berusia 2.500 Milik Raja Goujian

    JuaraNews – Pada 1965, arkeolog China menemukan pedang kuno berusia sekitar 2.500 tahun. Pedang berkualitas tinggi berjuluk Sword of Goujian itu masih utuh, baik bilah, ukiran, maupun gagangnya. Pedang tersebut ternyata milik Raja Goujian yang berkuasa di Negara Yue (kini Hubei, Provinsi Zhejiang), China. 

    Pedang tersebut telah terkubur selama ribuan tahun di dalam makam kuno di Hubei. Selain pedang, arkeolog juga menemukan 2.000 artefak lainnya. Saat ditemukan, pedang Goujian disimpan di dalam sebuah peti kayu dan diletakkan di samping kanan jasad Raja Goujian. Hebatnya, pedang itu tak lapuk dan berkarat meski telah dimakan usia dan terkubur selama ribuan tahun.

    Setelah dilakukan penelitian mendalam, para arkeolog mendapatkan fakta, pedang Raja Goujian terbuat dari campuran logam perunggu, tembaga, dan besi. Pedang seperti ini umumnya dibuat pada masa 770 hingga 403 Sebelum Masehi (SM) atau dalam kalender China disebut Masa Musim Semi dan Gugur.

    Penempaan kualitas tinggi di pedang ini membuktikan, pada masa itu, kehidupan rakyat di Kerajaan Yue sangat makmur. Ilmu pengetahuan, terutama metal urgi berkembang pesat. Pedang Goujian memiliki panjang 55,88 sentimeter, tebal 1,5 cm, dan panjang gagang 8 cm. Di bilah pedang terdapat ukiran huruf-huruf kanji yang diterjemahkan berarti, “Pedang miliki Goujian, Raja Yue”.

    Raja Goujian merupakan putra dari Raja Yungchang yang berkuasa di Negara Yue kini Provinsi Zhejiang. Goujian salah satu raja paling terkenal di China pada masa Spring dan Autumn. Diketahui, selama periode tersebut, terjadi berbagai konflik antarkerajaan di daratan China. Salah satu yang terkenal adalah pertempuran antara Kerajaan Yue dan Wu.

    Raja Goujian mengalahkan prajurit Kerajaan Wu dalam pertempuran pertama pada 496 SM. Namun satu tahun kemudian, Kerajaan Yue kalah melawan serbuan prajurit Kerajaan Wu. Raja Goujian dan permaisurinya ditangkap. Namun pada 490 SM, Goujian dan istrinya dibebaskan. Setelah kembali ke istana, Raja Goujian mengatur siasat untuk membalas dendam atas kekalahannya.

    Dia menyiapkan strategi dan prajurit selama 10 tahun. Setelah siap, Goujian menyerbu ibukota Wu. Dengan pedang yang ditemukan pada1965 itulah, Goujian berhasil menaklukkan Kerajaan Wu. Saat ini, Pedang Goujian disimpan di Hubei Provincial Museum. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Kasus Unik. Keledai Makan McLaren 650S Spider
    Sedang Foto Pernikahan, Pria Ini Tolong Anak-anak
    Robot Kecoa Bantu Manusia saat Bencana
    Lihat Penampakan, Dua Anjing Ketakutan
    Kota Kuno Qalatga Darband Ditemukan
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Jumat (10/11/2017) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.