web stats service from statcounter

Hot News

  • Hattrick Maitimo untuk Semua Pencinta Persib
    Hattrick Maitimo untuk Semua Pencinta Persib
    • 21 Agustus 2017 | 00:19:00 WIB

    RAPHAEL Maitimo menyumbangkan 3 gol saat Persib menaklukkan Persegres 6-0 pada laga kandang di Stadion si Jalak Harupat, Minggu (20/8/2017) malam.

Inspirasi

    Fosil Archaeopteryx Dijual untuk Beli Sapi
    Fosil Archeopteryx dan Ernst Werner von Siemens.

    Fosil Archaeopteryx Dijual untuk Beli Sapi

    JuaraNews – Pada 1875, seorang petani lugu Jacob Niemeyer yang tinggal di Kota Solnhofen, Berlin, sebelah selatan Jerman, sedang mencangkul tanah di lahan pertaniannya. Cangkulnya beradu dengan benda keras. Saat digali ternyata lempengan batu padas.

    Jacob kemudian menggali lebih dalam untuk mengeluarkan batu itu. Batu berhasil diangkat ke permukaan tanah. Namun ada yang aneh, di permukaan batu tersebut seperti tercetak bentuk hewan bersayap dengan kepala dan rahang mirip dinosaurus. Ekornya panjang seperti naga. Saat itu, Jacob hanya mengira batu dengan spesimen purba tersebut sekadar batu alam dengan bentuk indah, cocok untuk dekorasi rumah.

    Lantaran tak tahu nilai ilmu pengetahuan, Jacob menjual batu tersebut kepada pemilik penginapan Johhan Dörr. Uang hasil penjualan tersebut, digunakan Jacob untuk membeli seekor sapi. Johhan pun senang, dia mendapatkan batu indah dengan ukiran alami. Johhan meletakkan batu itu di dinding sebagai dekorasi penginapannya.

    Beberapa tahun kemudian, batu dengan spesimen purba itu berpindah tangan kepada pembeli lain. Pada 1881, Ernst Werner von Siemens, pendiri perusahaan telepon seluler ternama Siemens, membeli artefak itu dengan harga 20.000 keping emas. Sejak itu penelitian lebih mendalam pun dilakukan terhadap fosil yang mendapat julukan the Berlin Specimen itu. Penelitian dari 1881 hingga 1897 itu didanai oleh Ernst Werner von Siemens.

    Setelah diteliti, ternyata hewan yang tercetak di lempengan batu tersebut adalah seekor hewan purba yang hidup sekitar 150 juta tahun lampau, yakni Archaeopteryx. Nama Archaeopteryx berasal dari dua kata dari Bahasa Yunani, Archeo atau archa─źos berarti purba dan ptéryx bermakna sayap. Archaeopteryx adalah nenek moyang burung modern yang hidup di muka Bumi pada era Jurasik.

    Archaeopteryx bukanlah burung, juga buka dinosaurus. Hewan ini berevolusi secara genetik antara dinosaurus yang memiliki sayap dengan tengkorak kepala seperti dinosaurus yang hidup jutaan tahun kemudian.

    The Berlin Specimen merupakan satu-satunya fosil Archaeopteryx paling lengkap yang pernah ditemukan. Di batu tersebut, seluruh bagian tubuh Archaeopteryx masih utuh. Seperti tulang sayap, kaki, ekor, tengkorak, termasuk gigi-gigi tajam, dan kerangka tubuhnya. Kini the Berlin Specimen disimpan di Humboldt Museum of Natural History in Berlin. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pohon Elm 100 Tahun Tumbuh di Tengah Lapangan
    Bayi Ini Punya Dua Ibu dan Satu Ayah
    Bakteri Mutan Luar Angkasa Ancam Penduduk Bumi
    Petani India Bajak Sawah Pakai Pajero
    2018, NASA Luncurkan Wahana Dekati Matahari
    Berita Terdahulu