web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Crinoline, Gaun Pembunuh Ribuan Perempuan

    Crinoline, Gaun Pembunuh Ribuan Perempuan

    JuaraNews – Pada abad ke-18 hingga awal abad 19, kaum Hawa di Eropa dan Amerika sangat menggandrungi mode gaun superlebar dan besar di bagian bawah. Gaun itu bernama crinoline dengan ciri khas lebar di bagian kaki dan kecil di bagian pinggang. Dengan gaun ini, perempuan akan terlihat lebih langsing.

    Awalnya, gaun crinonline terbuat dari bahan surai kuda. Namun, beberapa tahun kemudian, surai kuda diganti dengan katun yang lebih ringan dan mudah dicuci. Sejak itulah crinoline digemari dan menjadi tren model kala itu.

    Gaun crinoline dirancang dengan kerangka kawat ringan dari bagian pinggang hingga lutut. Bentuknya seperti kerucut. Kerangka ini dibuat agar crinoline lebar bagian bawah dan mengecil di bagian pinggang. Mode gaun ini menjadi populer setelah George Routledge, penulis menerbitkan buku tentang etiket dan cara berpakaian.

    Lantaran sangat besar di bagian bawah hingga menutupi tumit kaki, crinoline kerap menyulitkan penggunanya berjalan. Sebab, tak jarang terinjak dan menyebabkan si pengguna terjatuh. Meski begitu, gaun crinoline tetap digemari karena menjadi ciri para kaum bangsawan Eropa kala itu.

    Saat pecah Perang Sipil di Amerika Serikat, kaum perempuan dari pihak konfederasi, menyelundupkan senjata, obat-obatan, dan amunisi dengan menggunakan gaun ini. Lantaran bagian paha hingga kaki tertutup, benda-benda itu disimpan di kaki dan paha.

    Ironis dan tragisnya, gaun ini justru menyebabkan lebih dari 3.000 perempuan tewas. Bahkan The New York Times pada 1864 menerbitkan laporan, lebih dari 40.000 perempuan tewas akibat gaun crinoline. Penyebabnya, gaun tersebut mudah tersulut api. Lantaran gaun crinoline sangat lebar, si pemakai dalam waktu singkat terkurung api dan sulit menyelamatkan diri.

    Pada 1858, seorang perempuan yang mengenakan crinoline di Boston tewas lantaran gaunnya terbakar saat menyalakan perapian. Dalam waktu hitungan menit, tubuh perempuan itu habis dilalap api. Kemudian pada Februari 1863, Margaret Davey, pembantu rumah tangga berusia 14 tahun, juga tewas lantaran gaun crinoline yang dikenakannya terbakar.

    Di Philadelphia, sembilan balerina tewas terbakar di Continental Theater, setelah crinoline yang mereka kenakan tersambar api lilin. Di Inggris, dalam kurun waktu dua bulan saja, 19 perempuan yang mengenakan gaun crinoline, tewas terbakar.

    Pada 1898, Ann Rollinson, seorang perempuan pekerja di perusahaan tekstil Courtaulds, tewas setelah gaun crinoline yang dikenakannya tersangkut mesin pemintal. Tubuh Ann masuk ke dalam mesin dan menyebabkannya luka parah lalu tewas.

    Akibat banyak perempuan tewas saat mengenakan crinoline, gaun ini pun ditinggalkan. Namun pada 1920-an, gaun crinoline dengan versi lebih kecil di bagian bawahnya mulai populer. Saat ini, model crinoline masih diadopsi untuk gaun pengantin dan kostum-kostum teater atau film. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Dunia Berlomba Buat Kapal Kargo Otonom
    Lahan Parkir di Hong Kong Laku Rp8,8 Miliar
    Indahnya Patung Pasir Karya Toshihiko Hosaka
    Beruang Madu Masuk Rumah dan Main Piano
    Bergeun, Desa Yang Tak Boleh Dipotret
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.