web stats service from statcounter

Hot News

  • Pelatih Persib: Kami Baik-baik Saja
    Pelatih Persib: Kami Baik-baik Saja
    • 24 Mei 2017 | 06:09:00 WIB

    DJADJANG Nurdjaman memastikan skuatnya tetap harmonis seusai hanya menuai hasil imbang 2-2 saat menjamu Borneo FC, Sabtu (20/5/2017) lalu.

Inspirasi

    Bangsa Mongol Penemu Granat Tangan

    Bangsa Mongol Penemu Granat Tangan

    JuaraNews – Kekaisaran Mongol yang merajai dunia pada abad ke-13, terkenal memiliki tentara yang ganas dan tak kenal ampun di medan pertempuran. Mereka melibat apa saja yang dilewati. Jangan berharap tetap hidup jika tentara Mongol menyerbu kota.

    Semua yang ada di hadapan mereka akan dibabat habis. Tak peduli orang tua, anak-anak, dan perempuan. Bahkan, tentara Mongol membumihanguskan tempat-tempat ibadah dan perpustakaan, seperti yang mereka lakukan saat melululantakkan Kota Bagdad, Irak dan Rusia.

    Sebenarnya, Kekaisaran Mongol merupakan negeri kecil yang berbatasan dengan China dan Rusia. Mongol dikenal sebagai bangsa nomadik yang kerap berpindah tempat tinggal. Bangsa Mongol memiliki tradisi setiap anak, baik perempuan maupun lelaki harus piawai menunggang kuda.

    Jauh sebelum Temu Jin atau Jenghis Khan lahir, pada Abad Pertengahan, bangsa Mongol tak mengenal baca tulis. Pengetahuan mereka kala itu baru sebatas legenda, mitos, dan dongeng yang diceritakan dari mulut ke mulut.

    Namun sejak dipimpin oleh Jenghis Khan (Pemimpin Agung), bangsa Mongol bersatu dan berubah menjadi salah satu yang paling ditakuti di dunia. Peradaban mereka maju pesat. Sejumlah penemuan teknologi perang seperti granat tangan dan susuk bubuk. Mereka juga yang menciptakan Jalur Sutera (Silk Road) yang menghubungkan Timur Tengah dan Eropa dengan Asia.

    Beberapa penemuan tekenologi itu sedikit banyak memberi kontribusi bagi peradaban Eropa dan dunia. Penyebarluasan penggunaan kertas untuk menulis juga salah satunya berkat jasa bangsa Mongol. Mereka memperkenalkan kertas kepada bangsa Eropa dan Timur Tengah yang pada Abad Pertengahan masih menggunakan kulit kayu, hewan, dan batu untuk menulis.

    Meski mesiu ditemukan oleh bangsa China, namun bangsa Mongol yang mengembangkan penggunaan bubuk peledak itu. Mereka menciptakan granat tangan. Dengan senjata itu, bangsa Mongol memenangkan setiap pertempuran. Di bidang pertanian, bangsa Mongol juga mengenalkan bajak segitiga.

    Mongol juga maju dalam teknologi penempaan dan percampuran logam atau metalurgi. Dengan teknologi tersebut, bangsa Mongol bisa membuat baju perang yang kuat, ringan, dan fleksible. Teknologi lainnya adalah pembuatan busur panah yang lebih kuat tapi ringan dari bahan komposit. Bangsa Mongol membuat busur panah yang bisa menembakkan lebih dari satu anak panah dengan akurasi tinggi.  

    Selain teknologi senjata, Mongol juga menemukan teknik pembuatan susu bubuk. Seperti diketahui, susu bubuk saat ini digunakan oleh semua orang di seluruh dunia.  Marco Polo, penjelajah terkenal dari Italia menulis, tentara Tartar Mongol eksis hingga abad ke-17 di bawah kekuasaan Kaisar Kublai Khan, cucu dari Jenghis Khan. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ini Benda Seni dari Zaman Es
    Pesan Misterius di Batu Berusia 5.000 Tahun
    DNA Ungkap Perkawinan Neanderthal-Homo Sapien
    Hanya Satu Orang yang Selamat dari Letusan Pelee
    Misteri Hutan Pohon Bengkok di Polandia
    Berita Terdahulu

    Editorial