web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Rumah Mobil Unik Rancangan Nikki dan Adam

    Rumah Mobil Unik Rancangan Nikki dan Adam

    JuaraNews – Sebagian besar pasangan muda terpaksa menyewa rumah, apartemen, atau kamar sebelum mereka mampu membeli tempat tinggal permanen. Namun, pasangan suami istri Adam Croft, 29, dan Nikki Pepperell, 32, asal Stroud, Gloucestershire, Inggris tidak begitu.

    Mereka lebih memilih mengubah mobil truk Ford Transit Luton seharga 3.500 Poundsterling menjadi rumah berjalan daripada menyewa apartemen atau mencicil tempat tinggal. Adam dan Nikki menghabiskan dana sekitar 6.500 Poundsterling untuk mengubah truk itu menjadi rumah impian mereka.

    Dengan truk sekaligus rumah itu, Adam dan Nikki bisa pergi kemanapun mereka mau. “Kami bisa pergi kemanapun kami mau. Kami tak perlu memikirkan biaya sewa rumah, hotel, atau apartemen. Yang harus kami sisihkan dari pendapatan hanya untuk perawatan mobil dan biaya hidup sehari-hari,” kata Adam.

    Adam merancang rumah berjalan itu selama satu bulan, sejak Juni hingga Juli 2015. Setiap detail bagian dirancang sangat teliti. Untuk suplai listrik, Adam memasang sistem pembangkit listrik tenaga matahari. Selama proses pembuatan, Adam dan Nikki terpaksa tinggal di rumah orang tua Nikki.

    Setelah jadi, rumah berjalan tersebut sangat lengkap dengan fasilitas seperti di dalam rumah umumnya. Selain tempat tidur, rumah berjalan buatan Adam dilengkapi kamar mandi, WC, alat pemanas, dapur, dan bar sekaligus ruang tamu lengkap dengan sofa. (*)

     

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Dunia Berlomba Buat Kapal Kargo Otonom
    Lahan Parkir di Hong Kong Laku Rp8,8 Miliar
    Indahnya Patung Pasir Karya Toshihiko Hosaka
    Beruang Madu Masuk Rumah dan Main Piano
    Bergeun, Desa Yang Tak Boleh Dipotret
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.