Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Tips Hilangkan Kuman di Pakaian Bekas Import

    Tips Hilangkan Kuman di Pakaian Bekas Import

    • Jumat, 6 Februari 2015 | 19:30:00 WIB
    • 0 Komentar

    Juaranews, Bandung - Pada semua pakaian bekas import banyak mengandung berbagai jenis bakteri yang dapat mengganggu kesehatan tubuh manusia. Namun tak perlu khawatir, ini solusi menghilangkan bakteri di pakaian bekas import.

    Dokter spesialis kulit dan kelamin Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Dr. Dendi Sandiono memberikan solusi untuk menghilangkan berbagai jenis bakteri pada pakaian bekas import. "Setelah membeli, rendam dalam air panas yang direbus dengan suhu 100 derajat. Saat setrika, pakai yang panas. Pada dasarnya semua bakteri mati oleh suhu panas," ujar Dendi saat ditemui di RSHS Bandung, Jalan Terusan Pasteur, Kota Bandung, Jumat (6/2/2015).

    Dendi menambahkan, pakaian bekas impor yang banyak dijual di pasaran banyak mengandung jamur, kutu dan bakteri. "Namanya juga pakaian bekas. Kita tidak tahu kondisi si pemakai sebelumnya. Apalagi cara pengepakannya juga sembarangan," tambahnya.

    Meski demikian, hingga saat ini, belum ada temuan orang terkena penyakit serius yang diakibatkan memakai pakaian bekas impor. "Belum ada lapaoran. Kalaupun ada, paling terkena jamur dana gatal-gatal biasa," terangnya.

    Untuk antisipasi, Dendi pun mengingatkan bagi siapa saja yang akan membeli pakaian bekas import harus lebih teliti dan memeriksa setiap bagian dengan seksama.

    "Lipatan kerah, bagian ketiak. Kalau celana di sela-sela selangkangan. Biasanya kutu-kutu bersarangnya di daerah tersebut. Jangan lupa, setelahnya di rendam di air mendidih," pungkasnya.

    Sebelumnya, Kemendag merilis jika baju bekas impor mengandung ribuan bakteri dan kuman berbahaya yang bisa menimbulkan berbagai macam penyakit.

    Menurut Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kemendag, Widodo, dalam satu gram sampel celana pendek bekas impor terkandung bakteri dengan angka lempeng total (ALT) sebanyak 216 ribu koloni. Sementara, pada barang lainnya, ditemukan pula bakteri e-coli, jamur jenis Kapang atau Khamir dan bakteri S. Aureus.

    Jika masuk ke dalam tubuh manusia, lanjutnya, bakteri e-coli dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare. Sedangkan bakteri Aureus bisa menyebabkan bisul, panu, jerawat, sampai infeksi pada luka.

    "Yang lebih seram adalah jamur jenis Kapang dan Khamir. Mereka dapat menyebabkan gatal-gatal, alergi, dan infeksi saluran kelamin. Masyarakat harus tahu dan sadar akan hal ini. Dan dari hasil penelitian, tidak ada satu pun baju bekas yang tidak mengandung kuman dan bakteri jahat. Kami imbau konsumen tidak memperjualbelikan dan menggunakan pakaian bekas," tandas Widodo. (*)

    Oleh: mukhlis dinilah / ang

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Dapat Hewan Qurban, Ini Tips dan Cara Mengolah Daging Sapi
    Jangan Ada Diskriminasi, Pemerintah Harus Lindungi Pekerja Migran Indonesia
    Purna Pekerja Migran yang Sukses dan Jadi Bos Bukan Hal Aneh
    Berat Badan Turun Drastis, Daniar PiIih Muay Thai untuk Olahraga Kebugaran
    Renovasi Ruang Pribadi Anda, Mau Pakai Parket Atau Vinyl?
    Berita Terdahulu

    Editorial